RS Lamina Kenalkan Teknologi Joimax Jerman untuk Tangani Saraf Kejepit

RS Lamina Kenalkan Teknologi Joimax Jerman untuk Tangani Saraf Kejepit
Foto: Ilustrasi RS Lamina Kenalkan Teknologi Joimax Jerman untuk Tangani Saraf Kejepit.

Penanganan saraf kejepit kini tidak lagi selalu membutuhkan tindakan operasi besar dengan masa pemulihan yang lama. Perkembangan teknologi medis terkini memungkinkan pasien mendapatkan prosedur yang lebih modern dan minim sayatan.

Dilansir dari Detik Health, Rumah Sakit Lamina kini menghadirkan teknologi Joimax dari Jerman sebagai solusi baru bagi penderita saraf kejepit. Metode ini merupakan prosedur minimal invasif yang dirancang untuk mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan pasien.

Dokter Spesialis Bedah Saraf di Rumah Sakit Lamina, dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, memberikan penjelasan mengenai kondisi ini. Menurutnya, saraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP) terjadi akibat adanya tekanan pada saraf oleh jaringan di sekitarnya.

"Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat di pinggang, bokong, leher, hingga menjalar ke tangan atau kaki. Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami mati rasa dan kelemahan otot yang tentunya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari," ujar dr. Mahdian Nur Nasution.

Kemajuan teknologi medis saat ini disebutnya sangat pesat, sehingga ketakutan pasien terhadap operasi besar dapat diminimalisir. Salah satu metode unggulan yang diterapkan di Rumah Sakit Lamina adalah penggunaan teknologi endoskopi tulang belakang.

"Banyak pasien datang dengan ketakutan harus operasi besar. Padahal sekarang sudah ada teknologi modern dengan sayatan sangat kecil, minim nyeri, dan pemulihan lebih cepat, seperti Joimax," kata dr. Mahdian.

Metode Joimax menggunakan kamera kecil dan alat endoskopi khusus yang dimasukkan melalui satu titik akses. Hal ini memungkinkan tim medis melihat area saraf yang terjepit secara lebih detail dan melakukan tindakan dengan presisi tinggi.

"Berbeda dengan operasi terbuka yang membutuhkan sayatan besar, Joimax memungkinkan tindakan dilakukan lebih presisi dengan trauma jaringan yang jauh lebih minimal. Bahkan pada beberapa kasus, pasien dapat berjalan beberapa jam setelah tindakan dilakukan," tutur dr. Mahdian.

Selain risiko perdarahan yang lebih rendah, teknologi ini juga meminimalkan kerusakan pada jaringan di sekitar lokasi saraf. Hal ini memberikan keuntungan besar bagi pasien untuk dapat kembali beraktivitas secara normal dalam waktu singkat.

Beberapa keunggulan utama dari penanganan minimal invasif ini meliputi:

  • Sayatan yang sangat kecil pada area tindakan.
  • Rasa nyeri dan tingkat perdarahan yang minim.
  • Risiko terjadinya komplikasi pascatindakan lebih rendah.
  • Masa pemulihan yang jauh lebih cepat dibandingkan operasi konvensional.
  • Pasien dapat kembali beraktivitas lebih awal.

Pentingnya Konsultasi Medis Sebelum Tindakan

Meskipun teknologi sudah sangat maju, dr. Mahdian menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan menyeluruh. Setiap pasien memiliki tingkat keparahan dan posisi saraf kejepit yang berbeda-beda, sehingga terapi harus disesuaikan dengan kondisi personal.

"Masih banyak masyarakat yang memilih pijat sembarangan atau membeli obat tanpa pemeriksaan medis ketika mengalami nyeri pinggang dan kesemutan. Padahal, penanganan yang tidak tepat justru dapat memperburuk kondisi saraf dan meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang," ucap dr. Mahdian.

Pemeriksaan seperti MRI dan evaluasi fungsi saraf menjadi langkah krusial untuk menentukan metode terapi yang paling tepat. Terapi tidak selalu berupa tindakan medis invasif, tetapi bisa juga melalui fisioterapi, rehabilitasi medis, atau perubahan gaya hidup.

"Jika mulai mengalami nyeri pinggang menjalar, leher kaku, kesemutan, atau mati rasa yang mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan menunggu hingga kondisi semakin parah. Penanganan lebih cepat dapat membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan peluang pemulihan optimal," kata dr. Mahdian.

Rumah Sakit Lamina saat ini mengandalkan tim dokter berpengalaman untuk mendukung layanan penanganan saraf kejepit berbasis teknologi modern ini. Langkah ini bertujuan untuk memberikan solusi yang aman, nyaman, dan minim trauma bagi para pasien.

Artikel terkait

Rekomendasi