CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengonfirmasi penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026).
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru ini dibentuk pemerintah dengan tugas khusus untuk mengelola tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Dilansir dari Detik Finance, seluruh aktivitas ekspor komoditas penting nasional nantinya akan melewati pintu PT DSI.
Mantan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tersebut dipilih untuk memimpin perusahaan strategis ini. Rosan Roeslani memberikan konfirmasi mengenai kepastian posisi baru Thomas di dalam struktur manajemen BUMN tersebut.
"Untuk saat ini itu ada Luke Thomas, ada Thomas, Thomas," kata Rosan, CEO BPI Danantara.
Menurut penjelasan Rosan, langkah penunjukan ini diambil dalam rangka penguatan struktur internal organisasi instansi yang baru dibentuk tersebut. Namun, pihak manajemen masih enggan membeberkan alasan penunjukan rekam jejak secara mendetail ke publik saat ini.
"Kan kita awal dalam tahap penguatan tim, ini kan baru. Nanti kita akan ditampilkan begitu full team-nya nanti bisa dilihat track record-nya apa kemampuannya jelas seperti waktu Danantara," sebut Rosan, CEO BPI Danantara.
Pemerintah juga memilih untuk tidak terburu-buru melakukan pengenalan resmi terkait posisi baru Luke Thomas. Fokus utama saat ini adalah menghimpun masukan serta aspirasi dari berbagai organisasi pengusaha mengenai regulasi ekspor.
"Nanti kan kita ini dulu, tadi meeting, nanti kita dengar masukan dari semua asosiasi sore, dari Kadin, Apindo APBI, asosiasi sawit, batu bara semua," beber Rosan, CEO BPI Danantara.