Rosa Alba berhasil mewujudkan impian masa kecilnya dengan menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair). Dilansir dari Edukasi, keberhasilan siswi asal Solo ini diraih tanpa harus melalui rangkaian seleksi mahasiswa baru yang kompetitif.
Ia memperoleh Golden Ticket Unair setelah menorehkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Sains Airlangga (OSA). Rosa tercatat sebagai peserta terbaik pertama kategori Saintek, mengungguli hampir 4.000 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pencapaian ini bermula dari keputusan yang disebutnya sebagai langkah coba-coba pada Desember 2025 lalu. Kala itu, ia tetap mengikuti OSA meski pelaksanaannya bersamaan dengan jadwal ujian semester di sekolahnya tanpa persiapan khusus.
Walaupun tidak menjalani proses belajar yang intensif, ia justru meraih predikat Terbaik Satu di bidang Saintek. Hal inilah yang menjadi tiket masuknya menuju Unair. Rosa mengaku sempat merasa ragu saat pertama kali menerima kabar dari pihak universitas.
"Jujur saja, ngerasa nilainya tuh jelek. Biasa aja. Jadi pas dihubungi dari PPMB, saya tuh sampai bilang, ÔÇÿKak, ini beneran nggak salah orang?" ungkap Rosa.
Setelah memastikan kebenaran informasi tersebut, ia kian optimis untuk menembus FK Unair melalui jalur Golden Ticket 2026. Dalam prosesnya, Rosa mendapat dukungan besar dari informasi internal dan para alumni sekolahnya.
Seorang kakak tingkat yang lebih dulu lolos ke Kedokteran Gigi Unair memberinya motivasi. Rosa diberitahu bahwa universitas tersebut sangat menghargai siswa yang memiliki portofolio prestasi kuat.
"Mbaknya bilang, ÔÇÿKamu coba Unair aja, Unair tuh menghargai semua sertif, di situ mbaknya juga udah ngasih step-step apa aja yang harus saya lakuin, kayak kamu harus eligible satu, kemudian kamu harus ikut OSA," jelasnya.
Dukungan sekolah juga berperan penting melalui pemberian surat rekomendasi yang mencakup berbagai sertifikat prestasinya. Hasilnya, Rosa menjadi alumnus pertama dari sekolahnya yang berhasil menembus ketatnya persaingan di FK Unair.
Momen kepastian diterimanya Rosa datang melalui panggilan telepon dari pihak PPMB Unair pada sore hari. Kabar tersebut mengakhiri rasa putus asanya yang sempat muncul karena tidak kunjung menerima informasi kelulusan.
Setelah menerima undangan pengukuhan, ia segera bertolak ke Surabaya didampingi keluarga besarnya. Kini, fokus utama Rosa adalah mengasah kemampuan diri sebelum masa perkuliahan dimulai.
"Saya tuh orangnya overthinking, jadi harus well planned gitu loh. Saya pengen update-update skill kayak mungkin ikut test TOEFL atau IELTS sama nyari info-info beasiswa," tutur Rosa mengenai rencananya.
Ia juga menyatakan ketidaksabarannya untuk bergabung dalam kegiatan Angkatan Muda Ksatria Airlangga (AMERTA) 2026. Rosa siap untuk segera beradaptasi dengan budaya kampus di Surabaya.