Roblox Batasi Fitur Chat dan Luncurkan Akun Khusus Anak di Indonesia

Roblox Batasi Fitur Chat dan Luncurkan Akun Khusus Anak di Indonesia
Foto: Ilustrasi Roblox Batasi Fitur Chat dan Luncurkan Akun Khusus Anak di Indonesia.

Platform permainan daring Roblox resmi memperketat perlindungan pengguna anak di Indonesia dengan membatasi fitur komunikasi dan menerapkan teknologi verifikasi usia berbasis pengenalan wajah. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas pada Jumat (30/4/2026).

Dilansir dari Detik iNET, kebijakan baru ini mencakup peluncuran dua jenis akun khusus berdasarkan kelompok umur, yaitu Roblox Kids dan Roblox Select. Sebanyak 23 juta akun pengguna di bawah usia 16 tahun di Indonesia akan dipindahkan secara otomatis ke dalam sistem baru tersebut guna memastikan keamanan interaksi di ruang digital.

VP Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco, menegaskan bahwa regulasi di Indonesia menjadi prioritas utama perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi keluarga.

"Kami sangat berkomitmen untuk mematuhi PP Tunas. Ini adalah regulasi yang sangat penting untuk melindungi keluarga di Indonesia, dan itu menjadi prioritas utama bagi kami," ujar Nicky Jackson Colaco, VP Global Public Policy Roblox.

Pengembangan kebijakan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara pihak pengelola platform dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Nicky menjelaskan bahwa transisi akun dilakukan untuk menyesuaikan konten dengan norma dan budaya lokal.

"Kami akan mulai memindahkan secara otomatis sekitar 23 juta akun pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia ke dalam Roblox Kids atau Roblox Select," jelas Nicky Jackson Colaco, VP Global Public Policy Roblox.

Kategori Roblox Kids diperuntukkan bagi anak usia 5 hingga 12 tahun yang sama sekali tidak diberikan akses terhadap fitur percakapan. Sementara itu, pengguna usia 13 hingga 15 tahun dalam kategori Roblox Select tetap mendapatkan pembatasan komunikasi yang sangat ketat.

"Hanya orang tua yang dapat mengizinkan komunikasi dengan keluarga atau teman dekat," ucap Nicky Jackson Colaco, VP Global Public Policy Roblox.

Guna memastikan akurasi kategori usia, perusahaan mewajibkan penggunaan teknologi estimasi usia lewat pemindaian wajah. Jika pengguna menolak melakukan prosedur ini, sistem secara otomatis akan menetapkan akun tersebut ke dalam kategori dengan pembatasan penuh.

"Jika pengguna di Indonesia tidak melakukan verifikasi usia melalui teknologi ini, mereka akan otomatis ditempatkan di Roblox Kids dan tidak memiliki akses chat," tegas Nicky Jackson Colaco, VP Global Public Policy Roblox.

Pihak pengelola menjamin privasi data selama proses verifikasi berlangsung dengan memastikan sistem tidak menyimpan rekaman wajah pengguna. Metode yang digunakan hanya memerlukan gerakan kepala sederhana untuk pengelompokan usia secara instan.

"Kami tidak menyimpan data tersebut. Prosesnya sederhana, hanya dengan menggerakkan kepala ke kiri dan kanan, lalu sistem akan mengelompokkan usia pengguna secara akurat dan aman," jelas Nicky Jackson Colaco, VP Global Public Policy Roblox.

Pertumbuhan pengguna global yang mencapai lebih dari 150 juta orang mendorong perlunya segmentasi ruang digital yang lebih aman. Nicky memandang pendekatan ini sebagai konsep taman tertutup bagi anak-anak.

"Kami ingin menciptakan ruang yang aman bagi setiap kelompok usia. Anak-anak yang lebih kecil tidak memiliki chat dan hanya mengakses konten yang telah dipilih, sementara yang lebih besar tetap memiliki pembatasan ketat," tutur Nicky Jackson Colaco, VP Global Public Policy Roblox.

Integrasi sistem ini juga memungkinkan orang tua memiliki kendali otomatis tanpa perlu melakukan konfigurasi manual yang rumit pada perangkat anak.

"Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Menteri dan tim Komdigi. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam melindungi keluarga dan anak-anak Indonesia," pungkas Nicky Jackson Colaco, VP Global Public Policy Roblox.

Artikel terkait

Rekomendasi