Platform game online Roblox resmi memberlakukan kebijakan sistem akun baru berbasis usia yang ketat bagi pemain di bawah umur 16 tahun di Indonesia pada Selasa (19/5/2026). Kebijakan tersebut diterapkan untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak, seperti dilansir dari Detik iNET.
Langkah strategis ini direalisasikan melalui peluncuran jenis akun Roblox Kids untuk anak usia 5 hingga 12 tahun dan Roblox Select bagi remaja usia 13 sampai 15 tahun. Penempatan akun berjalan otomatis menggunakan teknologi verifikasi usia global milik platform tersebut.
Penerapan kebijakan baru ini merupakan hasil tindak lanjut dari pertemuan manajemen Roblox dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, pada akhir April lalu. Selain itu, langkah ini menjadi wujud kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Kebijakan peluncuran sistem baru di Indonesia ini juga dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen untuk memastikan kesesuaian konten sejak pertama kali pengguna memosisikan diri di dalam platform.
"Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di garis depan dalam perlindungan anak, dan kami bangga dapat menghadirkan ruang online yang positif untuk belajar, berkreasi, dan bermain bagi jutaan pemain dari komunitas Indonesia," ujar Kaufman dalam keterangan yang diterima detikINET.
Melalui kebijakan ini, akun Roblox Kids hanya diizinkan mengakses konten dengan label kematangan minimal atau ringan, serta fitur komunikasi yang otomatis dimatikan. Sementara itu, akun Roblox Select diberi akses hingga konten tingkat sedang dengan fitur obrolan terkontrol yang wajib disetujui orang tua.
Sistem ini dirancang dinamis sehingga akun akan bertransisi otomatis seiring bertambahnya usia pengguna. Bagi akun yang belum diverifikasi, Roblox langsung menerapkan batasan konten minimal dan mematikan fitur obrolan tanpa memandang usia asli pengguna.
Selain memperketat batasan, Roblox memperluas fitur kontrol orang tua untuk memantau aktivitas bermain, daftar teman, membatasi durasi layar, hingga mengatur pengeluaran dana. Fase awal peluncuran sistem ini juga bergulir di Selandia Baru, Australia, dan Belanda sebelum dirilis global bulan depan.