Nyeri punggung kronis yang berlangsung lebih dari tiga bulan memerlukan perhatian medis segera karena dapat menjadi indikasi gangguan kesehatan serius, bukan sekadar konsekuensi alami penuaan. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan penurunan fungsi degeneratif atau masalah pada struktur tulang belakang pada Senin (4/5/2026).
Sebagaimana dilansir dari Detik Health, keluhan tersebut bisa diawali dengan rasa kaku di punggung bawah hingga nyeri yang menjalar ke bagian kaki. Gejala ini sering kali diperparah oleh gaya hidup sedentari, seperti kebiasaan duduk terlalu lama atau postur tubuh yang tidak ergonomis saat beraktivitas sehari-hari.
Dokter Spesialis Orthopedi dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Aries Rakhmat Hidayat, Sp.OT(K), menekankan pentingnya mendeteksi penyebab utama nyeri tersebut. Ia menjelaskan bahwa faktor pemicunya sangat beragam, mulai dari masalah otot hingga gangguan pada bantalan tulang belakang.
"Nyeri punggung kronis perlu menjadi perhatian, terutama jika berlangsung lebih dari tiga bulan. Karena kondisi ini bisa saja disebabkan oleh penurunan fungsi (degenerasi) akibat penuaan atau kondisi seperti bantalan tulang belakang bergeser (herniasi diskus/saraf terjepit), gangguan sendi tulang belakang, serta lemahnya otot penopang. Selain itu, gaya hidup seperti kurang bergerak, postur tubuh yang buruk, dan kebiasaan duduk terlalu lama juga turut meningkatkan risikonya," ungkap dr. Aries.
Langkah penanganan awal biasanya difokuskan pada metode tanpa operasi guna memperkuat stabilitas tubuh. Pendekatan konservatif ini bertujuan untuk mengurangi tekanan yang membebani area punggung penderita secara bertahap.
"Penanganan nyeri punggung kronis perlu disesuaikan dengan penyebabnya, namun sebagian besar kasus dapat diatasi dengan pendekatan konservatif. Mulai dari fisioterapi, latihan penguatan otot inti, hingga perubahan gaya hidup yang lebih aktif," kata dr. Aries.
Lebih lanjut, dr. Aries menjelaskan bahwa menjaga postur tubuh yang benar merupakan kunci pencegahan yang efektif. Kombinasi antara latihan fisik yang rutin dan disiplin dalam mengatur posisi tubuh dapat memberikan dampak signifikan pada pemulihan pasien.
"Latihan penguatan otot inti berperan penting dalam menjaga stabilitas tulang belakang dan mengurangi tekanan pada area tersebut. Ditambah dengan postur tubuh yang baik saat duduk maupun berdiri, langkah sederhana ini dapat membantu meredakan sekaligus mencegah nyeri punggung," tambah dr. Aries.
Meski demikian, jika gejala tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, pemeriksaan mendalam menjadi prosedur wajib yang harus ditempuh. Diagnosis medis yang akurat akan menentukan efektivitas pengobatan jangka panjang.
Mayapada Hospital melalui Orthopedic Center dan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan fasilitas pendukung mulai dari skrining hingga pemulihan. Layanan ini dilengkapi dengan analisis komposisi tubuh dan pusat kebugaran untuk mendukung program latihan pasien.