Kebiasaan mengonsumsi es krim sebagai pencuci mulut setelah makan malam pada Jumat (8/5/2026) dilaporkan dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara mendadak. Kepala Departemen Nutrisi Klinis dan Dietetik Artemis Hospitals, Shabana Parveen, memperingatkan bahwa penambahan asupan manis saat tubuh sedang mencerna makanan utama dapat membebani sistem metabolisme.
Peningkatan kadar gula tersebut sering kali memicu fenomena lemas atau rasa lelah setelah fase energi singkat yang muncul sesaat setelah makan. Dilansir dari Lifestyle, kondisi ini terjadi karena tubuh mendapatkan asupan lemak dan gula yang tinggi di waktu yang bersamaan.
"Es krim mengandung banyak gula dan lemak. Setelah makan, tubuh sudah sibuk mencerna makanan utama. Jika ditambah makanan penutup, kadar gula darah bisa meningkat," ujar Shabana Parveen, Kepala Departemen Nutrisi Klinis dan Dietetik Artemis Hospitals.
Selain masalah gula darah, tekstur es krim yang dingin dan padat diketahui dapat menghambat efektivitas kerja sistem pencernaan manusia. Bagi individu yang memiliki perut sensitif, dampak yang sering dirasakan meliputi rasa begah, kembung, hingga sensasi perut yang terasa penuh secara tidak nyaman.
"Es krim bersifat dingin dan berat, sehingga dapat membuat pencernaan melambat, terutama pada orang dengan lambung sensitif atau intoleransi laktosa," jelas Parveen.
Dalam jangka panjang, konsumsi rutin tanpa kontrol porsi yang ketat berpotensi menyebabkan penumpukan kalori menjadi lemak tubuh. Dr. Parveen menegaskan bahwa energi berlebih yang tidak dibakar akan meningkatkan risiko penyakit metabolik yang lebih serius bagi kesehatan di masa depan.
"Jika terlalu sering makan es krim setelah makan malam, hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas serta diabetes tipe 2," katanya.
Kualitas istirahat malam juga terancam terganggu karena lonjakan energi dari gula membuat tubuh sulit masuk ke fase rileks. Kandungan lemak yang tinggi memaksa organ lambung tetap bekerja aktif di saat tubuh seharusnya memulai proses regenerasi melalui tidur yang nyenyak.
"Makan es krim di malam hari dapat membuat seseorang lebih sulit tidur karena kandungan gula dan lemaknya," ujarnya.
Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau insomnia disarankan untuk lebih waspada dalam mengonsumsi produk susu di malam hari. Penyesuaian waktu konsumsi diperlukan agar organ pencernaan memiliki durasi yang cukup untuk mengolah makanan sebelum waktu tidur tiba.