Ahli gizi Shannon O'Meara menyoroti risiko kesehatan di balik tren konsumsi kopi telur atau c├á ph├¬ trß╗®ng khas Vietnam yang viral pada Jumat, 10 April 2026. Meski memiliki tekstur lembut, penambahan kuning telur mentah dan pemanis buatan dalam minuman ini memicu kekhawatiran terkait keamanan pangan.
Kandungan gula yang tinggi, terutama dari penggunaan susu kental manis, menjadi poin utama yang disoroti karena berpotensi memicu resistensi insulin. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dikhawatirkan meningkatkan risiko kondisi pre-diabetes hingga diabetes tipe 2 bagi para penikmatnya.
Dilansir dari Detik Food, penggunaan telur mentah atau setengah matang juga membawa ancaman kontaminasi bakteri salmonella. Risiko ini jauh lebih tinggi jika proses pengolahan tidak menggunakan teknik pasteurisasi yang tepat untuk mematikan patogen berbahaya.
Kuning telur sendiri sebenarnya mengandung nutrisi penting seperti kolin, vitamin D, dan vitamin B12, namun memiliki kadar kolesterol yang perlu dibatasi. Dalam satu butir kuning telur, terdapat sekitar 3 gram protein yang sering kali dianggap sebagai asupan tambahan bagi peminum kopi.
Shannon O'Meara menegaskan bahwa kopi hitam dasar memiliki manfaat seperti polifenol dan magnesium yang dapat menurunkan risiko kanker tertentu. Namun, penambahan bahan lain dalam varian kopi telur mengubah profil nutrisinya secara signifikan bagi tubuh.
"Kopi telur sebaiknya tidak dijadikan sumber protein utama, terutama saat sarapan," ujar Shannon O'Meara, Ahli Gizi. Ia menyarankan agar konsumen tetap memadukan asupan harian dengan sumber protein lain yang lebih stabil seperti kacang-kacangan atau yogurt rendah lemak.
Kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, dan orang dengan sistem imun lemah sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi racikan ini. Para ahli menyarankan kelompok tersebut memilih alternatif minuman yang lebih aman seperti teh atau racikan kopi hitam standar.