Risalah The Fed Tekan Bitcoin ke Level US$ 77.932

Risalah The Fed Tekan Bitcoin ke Level US$ 77.932
Foto: Ilustrasi Risalah The Fed Tekan Bitcoin ke Level US$ 77.932.

Risalah terbaru dari Federal Reserve (The Fed) menunjukkan nada yang lebih hawkish daripada perkiraan pasar. Sikap ini memperkuat kekhawatiran kenaikan suku bunga dan berpotensi memberi tekanan pada Bitcoin serta aset berisiko lainnya.

Dikutip dari Investor Daily, staf The Fed memperkirakan inflasi PCE utama naik menjadi 3,5% pada bulan Maret dari 2,8% di bulan Februari. Kenaikan tersebut sebagian besar didorong oleh lonjakan harga minyak dan gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah.

Pembuat kebijakan juga menyoroti tarif, biaya pengiriman, harga pupuk, dan inflasi di sektor teknologi sebagai risiko yang memperumit proses penurunan inflasi.

ÔÇ£Pasar memasuki risalah FOMC untuk mencari konfirmasi apakah The Fed semakin khawatir terhadap inflasi yang terus-menerus daripada risiko pertumbuhan,ÔÇØ tutur Daniela Hathorn, analis pasar senior di Capital.com.

Daniela Hathorn menambahkan bahwa interpretasi bernada hawkish dapat mendorong yield Treasury dan dolar AS lebih tinggi. Kondisi ini sekaligus memberikan tekanan pada pasar saham dan aset kripto.

Adapun reaksi bitcoin (BTC) kemungkinan besar akan bergantung pada ekspektasi likuiditas dan pergerakan di pasar obligasi.

ÔÇ£Kripto semakin menunjukkan karakter sebagai aset makro dengan beta tinggi,ÔÇØ ucap Hathorn, sembari menambahkan bahwa sinyal hawkish dari The Fed bisa memicu konsolidasi setelah reli terbaru bitcoin.

Harga bitcoin (BTC) saat ini berada di level US$ 77.932 pada Kamis (21/5/2026). Dia menyebutkan zona US$ 76.000ÔÇôUS$ 74.800 sebagai area support penting, sedangkan US$ 82.000 menjadi resistance utama jika pasar menafsirkan risalah The Fed secara lebih dovish.

Investor kini akan fokus ke data inflasi mendatang dan pertemuan Federal Open Market Committee pada bulan Juni. Langkah ini guna mencari konfirmasi The Fed akan tetap mempertahankan sikapnya yang semakin hawkish atau tidak.

Pasar juga mencermati transisi dari Jerome Powell ke Kevin Warsh. Para trader kini sedang mengevaluasi apakah kepemimpinan baru akan memperpanjang kebijakan moneter ketat hingga lebih dalam ke tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi