Sebanyak 5.997 jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam 15 kelompok terbang mulai mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada Kamis (23/4/2026). Kedatangan bertahap para jemaah dari berbagai embarkasi tanah air ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 22.55 waktu Arab Saudi, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Para jemaah yang tiba berasal dari wilayah Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar. Menanggapi kedatangan ini, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, memberikan peringatan khusus terkait kondisi fisik mengingat mayoritas peserta merupakan kelompok lanjut usia.
"Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang," ujar Yusron B. Ambary, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah.
Yusron menambahkan bahwa pembatasan aktivitas fisik yang tidak mendesak sangat diperlukan demi menjaga stamina jemaah. Hal tersebut bertujuan agar seluruh jemaah dapat menjalani puncak prosesi ibadah haji pada Mei mendatang dalam kondisi kesehatan yang prima.
Tantangan cuaca juga menjadi perhatian otoritas setempat seiring dengan suhu udara di Madinah. Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menginstruksikan para jemaah untuk menggunakan perlengkapan pelindung diri dan menjaga hidrasi tubuh secara rutin.
"Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20ÔÇô30 menit," kata Khalilurrahman, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah.
Guna memitigasi efek panas, pihak penyelenggara menyarankan jemaah menggunakan pelembap bibir serta tabir surya selama beraktivitas. Dari sisi fasilitas, sebanyak 2.500 jemaah telah ditempatkan pada penginapan yang berlokasi hanya 50 meter dari pintu 330 Masjid Nabawi untuk memudahkan akses lansia dan penyandang disabilitas.
Selain fasilitas akomodasi, terdapat perubahan prosedur terkait distribusi kartu Nusuk yang kini sudah dibagikan sejak jemaah masih berada di Indonesia. Setibanya di hotel masing-masing, pihak syarikah saat ini hanya berfokus pada pemberian sosialisasi mengenai tata cara penggunaan kartu identitas resmi tersebut.