Kenyamanan liburan di destinasi tropis kini tidak lagi terganggu oleh keberadaan nyamuk berkat inovasi teknologi ramah lingkungan. Sejumlah pengelola resor kelas dunia mulai meninggalkan penggunaan pestisida kimia dan beralih ke metode yang lebih aman bagi ekosistem.
Dilansir dari Detik Travel, upaya menciptakan kawasan bebas nyamuk ini dilakukan untuk melindungi tamu dari risiko penyakit berbahaya. Ancaman kesehatan seperti demam berdarah dengue, malaria, hingga virus Zika menjadi alasan utama perubahan strategi ini.
Salah satu langkah pionir diambil oleh The Brando, sebuah resor privat di Polinesia Prancis. Alih-alih melakukan pengasapan atau fogging, mereka memilih pendekatan biologis dengan memanfaatkan serangga itu sendiri.
Pengelola resor melepaskan ribuan nyamuk jantan steril ke alam liar secara konsisten selama beberapa tahun terakhir. Mekanisme ini memastikan telur yang dihasilkan dari perkawinan dengan nyamuk betina tidak akan pernah menetas.
"Kami melihat populasinya runtuh dan gangguannya hilang," ujar Direktur Laboratorium Entomologi Medis Institut Louis Malard├® di Tahiti, Herv├® Bossin.
Grup resor Soneva di Maladewa menerapkan teknik berbeda dengan memasang perangkat jebakan khusus. Alat tersebut dirancang untuk mengeluarkan aroma yang menyerupai bau tubuh manusia guna menarik perhatian nyamuk.
Perangkap yang dikembangkan oleh perusahaan Biogents ini menggunakan asam laktat sebagai peniru aroma keringat. Melalui metode ini, populasi nyamuk di area resor diklaim mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 98 persen.
Dampak positif dari pengurangan bahan kimia ini juga dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar. Serangga penyerbuk seperti lebah, kupu-kupu, hingga capung dilaporkan mulai kembali menghiasi kawasan pulau yang sebelumnya rutin terpapar asap kimia.
"Kondisi itu membuat suasana pulau terasa lebih alami dibanding saat area resor rutin diselimuti asap fogging," kata Chief of Social and Environmental Conscience Soneva, Arnfinn Oines.
Sementara itu, Banwa Private Island di Filipina melaporkan bahwa tamu mereka kini bisa beraktivitas di luar ruangan dengan lebih bebas. Penggunaan losion anti-nyamuk mulai berkurang karena efektivitas sistem perangkap yang terpasang.
Manajer pulau Banwa Private Island, Janet Oquendo, menjelaskan bahwa perangkap tersebut hampir tidak lagi menangkap nyamuk endemik sejak awal 2023. Hal ini menjadi pencapaian penting di tengah tren peningkatan kasus penyakit akibat gigitan nyamuk secara global.
Data menunjukkan lebih dari 12 juta kasus dengue terjadi di kawasan Amerika hanya dalam sembilan bulan pertama tahun lalu. Kenaikan suhu global dan penumpukan sampah plastik yang memicu genangan air disinyalir menjadi faktor pendorong perkembangbiakan nyamuk yang semakin cepat.