Dunia kompetitif Dota 2 dikejutkan dengan pengumuman besar dari Tundra Esports. Organisasi esports ternama yang berbasis di London ini secara resmi menyatakan mundur dari skena Dota 2 setelah enam tahun berkompetisi di kasta tertinggi.
Keputusan ini sangat tidak terduga mengingat Tundra sedang berada di puncak performa mereka. Seluruh anggota tim Dota 2 Tundra kini dipastikan bakal melanjutkan karier profesional mereka di bawah bendera organisasi baru, 1win.
Sepanjang musim kompetitif 2025-2026, Tundra sebenarnya menunjukkan konsistensi luar biasa dan menjadi salah satu tim yang paling ditakuti. Namun, langkah dramatis ini tetap diambil oleh manajemen meski mereka sedang dalam periode emas.
Enam Tahun Penuh Sejarah dan Prestasi
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di dunia profesional Dota 2, Tundra Esports telah membuktikan diri sebagai kekuatan dominan. Dalam kurun waktu enam tahun, organisasi ini berhasil mengamankan sembilan gelar juara di berbagai turnamen Tier 1 yang sangat bergengsi.
Pencapaian paling ikonik mereka tentu saja terjadi pada tahun 2022 saat berhasil mengangkat trofi The International. Kemenangan di ajang kasta tertinggi Valve tersebut mengukuhkan posisi Tundra sebagai salah satu tim legendaris dalam sejarah esports dunia.
Melalui pernyataan resminya, pihak Tundra mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi para pemain dan dukungan setia dari penggemar. Mereka menegaskan bahwa enam tahun terakhir adalah masa-masa penuh kenangan bersejarah yang akan selalu menjadi identitas abadi organisasi.
Dominasi di Musim Kompetitif 2025-2026
Sangat mengejutkan melihat tim berprestasi seperti ini harus berpisah dengan organisasinya saat sedang berjaya. Di sepanjang musim 2025-2026, Tundra tercatat berhasil menyapu bersih empat trofi turnamen kasta teratas secara berturut-turut.
Daftar turnamen Tier 1 yang berhasil dimenangkan oleh Tundra Esports pada musim ini:- BLAST Slam IV
- BLAST Slam V
- DreamLeague Season 28
- ESL One Birmingham 2026
Keberhasilan luar biasa ini secara otomatis memberikan mereka tiket undangan langsung (direct invite) menuju The International 2026. Meskipun nama organisasi berubah, slot prestisius tersebut tetap menjadi hak para pemain dan akan dibawa ke tim 1win.
Teka-teki di Balik Keputusan Mundur
Hingga detik ini, manajemen Tundra Esports masih menutup rapat alasan spesifik mengapa mereka memilih meninggalkan ekosistem Dota 2. Tidak adanya penjelasan detail memicu berbagai spekulasi di kalangan analis mengenai kemungkinan adanya kendala dari sisi bisnis.
Fenomena hengkangnya organisasi besar dari Dota 2 sebenarnya bukan pertama kali terjadi belakangan ini. Pada awal Mei 2026, organisasi asal Norwegia, HEROIC, juga telah memutuskan untuk membubarkan divisi Dota 2 mereka karena masalah finansial.
Situasi ini memicu diskusi hangat di komunitas mengenai keberlanjutan ekonomi dalam ekosistem Dota 2. Biaya operasional yang terus melonjak serta persaingan global yang sangat ketat menjadi tantangan berat bagi banyak organisasi besar saat ini.
Masa Depan Roster Juara Bersama 1win
Meski Tundra resmi pamit, para pemain bintang mereka dipastikan tidak akan menganggur lama. Dengan bergabungnya mereka ke 1win, skuad juara ini tetap menjadi kandidat terkuat untuk mendominasi turnamen-turnamen internasional di masa depan.
Kepastian mereka memegang tiket The International 2026 menjadi modal besar bagi 1win untuk langsung tancap gas. Para pemain kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa kualitas mereka tidak akan luntur meski harus berganti seragam organisasi.
Kepergian Tundra Esports memang menjadi akhir dari sebuah era yang sangat berkesan bagi banyak penggemar. Namun, kehadiran 1win dengan roster bertabur bintang ini membawa harapan baru dan antusiasme tinggi menjelang perhelatan TI tahun ini.
Ringkasan perpindahan divisi Dota 2 dari Tundra ke 1win:| Kategori | Keterangan Detail |
|---|---|
| Organisasi Lama | Tundra Esports (London) |
| Organisasi Baru | 1win |
| Status TI 2026 | Undangan Langsung (Direct Invite) Tetap Berlaku |
| Prestasi Musim Terakhir | 4 Gelar Juara Turnamen Tier 1 |
Tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun terjadi transisi organisasi, kekuatan kompetitif dari susunan pemain ini tetap terjaga secara utuh. Fokus utama para pemain kini adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut turnamen terbesar di akhir tahun.