Pemprov DKI Jakarta Kaji Rencana Pengaktifan Kembali Trem Kota Tua

Pemprov DKI Jakarta Kaji Rencana Pengaktifan Kembali Trem Kota Tua
Foto: Ilustrasi Pemprov DKI Jakarta Kaji Rencana Pengaktifan Kembali Trem Kota Tua.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merencanakan pengaktifan kembali moda transportasi trem di kawasan bersejarah Kota Tua sebagai bagian dari program revitalisasi dan upaya menekan emisi karbon. Rencana ini dibahas dalam agenda Intimate Dialogue Kota Tua Update yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Kamis (9/4/2026).

Dilansir dari Megapolitan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa kehadiran trem diproyeksikan menjadi ikon wisata sekaligus solusi transportasi ramah lingkungan. Langkah ini diambil untuk mendukung pengembangan kawasan rendah emisi di jantung sejarah Jakarta.

"Memang salah satu tujuannya mengurangi emisi. Kita sedang membahas rencana membangun trem di dalam Kota Tua," ujar Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pembangunan infrastruktur ini merujuk pada sejarah panjang Batavia yang pernah mengandalkan trem sebagai tulang punggung transportasi massal sejak 1869. Berawal dari trem kuda yang dikelola Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM), moda ini sempat melayani rute vital seperti Pasar Ikan, Harmoni, hingga Jatinegara sebelum akhirnya dihentikan pada era 1960-an.

Jejak fisik transportasi ini ditemukan kembali oleh PT MRT Jakarta saat melakukan pembangunan fase 2 di sekitar Museum Bank Mandiri. Investigasi arkeologi pada Agustus 2021 berhasil mengungkap keberadaan rel trem tua beserta artefak lain seperti koin Belanda dan keramik kuno.

Meskipun wacana ini telah bergulir, pemerintah menekankan bahwa implementasi proyek masih memerlukan studi teknis yang mendalam. Fokus utama saat ini tetap tertuju pada penyelesaian jaringan MRT yang ditargetkan mencapai Kota Tua pada awal 2029.

"Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur tentunya perlu dikaji lebih dalam," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta pada Selasa (14/4/2026).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meyakini bahwa keberhasilan revitalisasi kawasan tersebut sangat bergantung pada integrasi antar-moda. Sinergi antara MRT, KRL, dan TransJakarta diharapkan mampu menghidupkan kembali daya tarik wisata Kota Tua di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi