PT Remala Abadi Tbk (DATA) resmi masuk dalam daftar kandidat penerima penghargaan dalam ajang The Best Investortrust Companies 2026 untuk kategori small cap. Dilansir dari Investortrust, capaian ini diraih setelah perseroan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025.
Daya tahan bisnis emiten berkode saham DATA ini semakin diperkuat setelah resmi diakuisisi oleh Grup Djarum. Masuknya perseroan dalam seleksi awal menunjukkan pengakuan pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas serta efisiensi operasional di tengah kompetisi industri digital.
Ajang apresiasi tahunan ini mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penghargaan tersebut menyoroti para emiten yang dinilai mampu mempertahankan performa di tengah tekanan geopolitik global dan disiplin fiskal.
Proses penjurian yang dilakukan menggunakan indikator kuantitatif dan kualitatif. Beberapa indikator tersebut meliputi return saham selama 1 tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan, laba operasi selama 3 tahun, margin operasional, perputaran aset, hingga return on equity.
Pertumbuhan pendapatan dan laba yang konsisten menjadi alasan utama PT Remala Abadi Tbk memenuhi kriteria tersebut. Langkah strategis perusahaan dalam memperkuat bisnis infrastruktur digital turut menjadi poin penilaian penting dalam ajang ini.
Hingga Selasa (31/12/2025), pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp 430,34 miliar. Angka tersebut menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan perolehan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 348,19 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bruto perusahaan ikut terkerek naik menjadi Rp 319,56 miliar dari posisi Rp 259,21 miliar pada 2024. Sementara itu, laba usaha tercatat bertumbuh menjadi Rp 168,28 miliar dibandingkan Rp 146,02 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan biaya keuangan dan beban lain-lain neto sempat membuat laba sebelum pajak tertekan menjadi Rp 139,21 miliar dari sebelumnya Rp 145,22 miliar. Meski demikian, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap tumbuh menjadi Rp 102,01 miliar dari Rp 96,58 miliar.
Lonjakan signifikan juga terlihat pada sisi neraca perusahaan. Total aset DATA meningkat pesat menjadi Rp 1 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 381,20 miar.
Peningkatan liabilitas menjadi Rp 612,15 miar dari posisi sebelumnya Rp 118,13 miar sejalan dengan ekspansi bisnis yang dilakukan. Aksi korporasi yang dijalankan perseroan menjadi pemicu utama perubahan struktur modal tersebut.
Akselerasi bisnis perusahaan mendapatkan katalis positif saat Grup Djarum melalui PT Iforte Solusi Infotek (iForte) mengumumkan akuisisi. Entitas yang dikendalikan PT Sarana Menara Nusantara Tbk tersebut resmi mengambil alih 40% saham perseroan.
Proses akuisisi dilakukan dari pemegang saham terdahulu, yaitu Cerah Wahyudi Singgih Wong dan Jimmi Anka, melalui penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat posisi bisnis grup di sektor infrastruktur telekomunikasi digital nasional.
Pasca-akuisisi, perseroan langsung mengubah fokus bisnis dengan melakukan ekspansi agresif ke segmen ritel yang sebelumnya didominasi segmen business-to-business. Melalui produk NetHome.id, perusahaan menyasar masyarakat menengah ke bawah dengan tarif mulai Rp 200 ribu per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps.
Model home connect diterapkan dalam pembangunan jaringan, di mana penarikan kabel dilakukan langsung ke rumah pelanggan dengan fasilitas gratis pada bulan pertama. Strategi ini memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam mempercepat penetrasi pasar.
Perseroan juga berencana menggandeng mitra lokal untuk memperluas jangkauan ke wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber. Langkah ini diambil untuk mendukung target pemerintah dalam meningkatkan penetrasi akses internet nasional hingga di atas 80%.
Dari total 967 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang berhasil lolos seleksi tahap awal. Seleksi ketat kemudian menyaring kembali para nominasi hingga menyisakan 84 emiten untuk melaju ke tahap lanjutan.
Proses penjurian penghargaan ini berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 yang meliputi polling pelaku pasar, wawancara manajemen, hingga rapat final dewan juri. Puncak acara penganugerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (26/5/2026).