Haidar Fatta (16), seorang siswa kelas 1 SMA asal Sukun, Kota Malang, ditetapkan sebagai calon haji termuda dari wilayah tersebut tahun ini. Remaja tersebut dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci bersama ibunya sebagai bentuk pengganti amanah mendiang sang ayah, sebagaimana dilansir dari Kompas.
Kesempatan ibadah ini diperoleh Haidar melalui mekanisme pelimpahan porsi haji milik ayahnya yang meninggal dunia pada tahun 2025 silam. Keluarga memutuskan untuk mengalihkan porsi tersebut kepada Haidar setelah surat panggilan haji tiba di tengah masa duka pasca-kepergian sang ayah.
Haidar yang juga merupakan santri di sebuah pondok pesantren telah memulai serangkaian persiapan untuk menjaga kondisi fisik dan mental. Ia rutin melakukan olahraga lari setiap pagi demi memastikan kebugaran tubuhnya sebelum menjalani rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik di Arab Saudi.
Selain persiapan mandiri, Haidar mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah dan pesantren tempatnya menimba ilmu. Pengetahuan mengenai tata cara ibadah haji telah ia pelajari selama berada di lingkungan pondok pesantren untuk memudahkan proses manasik nantinya.
"Sudah siap semua, secara fisik setiap hari lari sama olahraga. Kalau mengatur waktu kan di pesantren, jadi untuk ilmu agama ilmu naik haji sudah dapat dari pesantren." kata Haidar Fatta.
Remaja asal Kecamatan Sukun ini kini tinggal menunggu keberangkatan bersama jemaah haji lainnya dari Kota Malang. Ia berharap seluruh tahapan ibadah di Tanah Suci dapat terlaksana tanpa kendala berarti hingga jadwal kepulangannya kembali ke tanah air.