Remaja California Idap Sindrom APS-2 Langka yang Serang Dua Hormon Sekaligus

Remaja California Idap Sindrom APS-2 Langka yang Serang Dua Hormon Sekaligus
Foto: Ilustrasi Remaja California Idap Sindrom APS-2 Langka yang Serang Dua Hormon Sekaligus.

Kondisi medis yang sangat kompleks dan langka menimpa seorang remaja perempuan berusia 17 tahun di California setelah ia dilarikan ke unit gawat darurat akibat mengalami muntah-muntah selama satu hari penuh.

Seperti dikutip dari Detik Health, kunjungan medis ini mengungkap fakta mengejutkan mengenai tubuh pasien yang ternyata menyerang dua sistem hormon sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Pada awalnya, gejala yang ditunjukkan remaja ini menyerupai indikasi klasik diabetes, mulai dari rasa haus yang terus-menerus, sering buang air kecil, hingga penurunan berat badan secara drastis.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar gula darah pasien mencapai angka 453 mg/dL, jauh melampaui batas normal yang berkisar antara 70-90 mg/dL, sehingga dokter mendiagnosisnya menderita diabetes tipe 1.

Kejanggalan mulai muncul saat pasien sering mengalami penurunan gula darah di pagi hari meski telah diberikan dosis insulin, serta tetap sering buang air kecil walau asupan cairan tergolong sedikit.

Selain gejala tersebut, ibu pasien memberikan petunjuk krusial mengenai kondisi kulit putrinya yang cenderung mudah menjadi cokelat, sebuah tanda yang mengarah pada ketidakseimbangan hormon tertentu.

Respons tubuh yang tidak biasa terhadap pengobatan diabetes mendorong tim medis melakukan pemeriksaan mendalam pada kelenjar adrenal yang berfungsi mengatur tekanan darah dan respons stres.

Hasil tes laboratorium membuktikan bahwa sistem imun remaja tersebut menyerang kelenjar adrenalnya sendiri, sebuah kondisi medis yang dikenal sebagai Penyakit Addison.

Pasien yang mengidap Addison tidak mampu memproduksi hormon kortisol dan aldosteron dalam jumlah cukup, sehingga menyebabkan pengobatan diabetes tidak efektif dan tubuh terus kehilangan cairan.

Mengenal Sindrom APS-2 yang Langka

Perpaduan antara Diabetes Tipe 1 dan Penyakit Addison ini mengarahkan dokter pada diagnosis Autoimmune Polyendocrine Syndrome Type 2 (APS-2) yang sangat jarang terjadi.

Sindrom APS-2 diperkirakan hanya menyerang sekitar 1,5 hingga 2 orang dari total 100.000 penduduk dan terjadi akibat sistem imun menyerang berbagai kelenjar pembuat hormon secara keliru.

Kasus pada remaja ini terbilang unik karena kedua penyakit tersebut terdeteksi secara bersamaan sejak awal masuk rumah sakit, padahal biasanya muncul dalam rentang waktu yang berjauhan.

Setelah menjalani kombinasi pengobatan insulin dan terapi steroid untuk mengganti fungsi kelenjar adrenal, kondisi pasien dilaporkan membaik pesat dalam waktu dua bulan.

Berat badan pasien mulai kembali normal, kadar gula darah menjadi lebih stabil, serta fungsi hormon dalam tubuhnya perlahan-lahan mulai mencapai keseimbangan kembali.

Karena harus menjalani pengobatan seumur hidup untuk dua penyakit autoimun sekaligus, tim medis juga memberikan dukungan konseling guna membantu kondisi emosional remaja tersebut dalam menghadapi penyakitnya.

Artikel terkait

Rekomendasi