Pemerintah Buka Rekrutmen 35.476 Pegawai BUMN Bidang Pangan

Pemerintah Buka Rekrutmen 35.476 Pegawai BUMN Bidang Pangan
Foto: Ilustrasi Pemerintah Buka Rekrutmen 35.476 Pegawai BUMN Bidang Pangan.

Pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran untuk 30.000 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan 5.476 pegawai Kampung Nelayan Merah Putih mulai Rabu, 15 April 2026. Seluruh posisi yang ditawarkan dalam seleksi ini memiliki status resmi sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Proses pendaftaran yang berlangsung hingga 24 April 2026 ini dilakukan secara terpusat melalui situs resmi panselnas guna menjamin transparansi. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa seleksi ini murni berdasarkan kemampuan tanpa adanya praktik titipan pihak tertentu.

"Jadi tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang menjamin kelulusan," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah pada Kamis, 16 April 2026.

Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pemerintah berupaya menyaring talenta terbaik untuk mengisi posisi tersebut. Penegasan ini bertujuan untuk menutup celah bagi oknum yang mencoba menggunakan koneksi tidak resmi dalam proses rekrutmen yang dilansir dari Nasional ini.

"Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong," ucap Zulkifli Hasan.

Pemerintah menetapkan kriteria pelamar meliputi lulusan D3 hingga S1 semua jurusan dengan IPK minimal 2,75 dan usia maksimal 35 tahun. Peserta yang lolos sebagai manajer Kopdes akan ditempatkan di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, sementara pegawai Kampung Nelayan di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa faktor domisili akan menjadi pertimbangan krusial apabila terdapat kandidat dengan skor seleksi yang identik. Prioritas akan diberikan kepada pelamar yang memiliki tempat tinggal sesuai dengan wilayah penempatan kerja guna efektivitas operasional.

"Kalau yang layak, yang bagus, dia akan mendapat (posisi tersebut). Yang terbaik dia tentu akan mendapatkannya," ucap Zulkifli Hasan.

Seluruh rangkaian pendaftaran tidak dipungut biaya dan masyarakat diimbau untuk waspada terhadap segala bentuk upaya penipuan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan materi.

Artikel terkait

Rekomendasi