Fasilitas Waste Station milik perusahaan pengelola sampah Rekosistem mengalami lonjakan volume sampah yang disetorkan masyarakat hingga mencapai rata-rata 3 ton per bulan. Peningkatan signifikan ini dilaporkan terjadi seiring dengan tumbuhnya kesadaran warga dalam memilah sampah dari sumbernya, Jumat (24/4/2026).
Data operasional menunjukkan pertumbuhan pesat dibandingkan periode awal berdirinya fasilitas tersebut. Sebagaimana dilansir dari Lestari, kapasitas tampung yang semula hanya berkisar 1 hingga 2 ton kini sering melonjak drastis pada momentum tertentu.
Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino memberikan rincian mengenai tren kenaikan volume sampah tersebut dalam acara peluncuran fasilitas terbaru di Jakarta.
"Kalau dulu satu Waste Station itu 1-2 ton per bulan. Sekarang bisa tiga ton, kadang setelah liburan bisa sampai lima ton. Jadi peningkatan itu terjadi," ujar Joshua Valentino, Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Rekosistem.
Partisipasi masyarakat dalam menyetorkan sampah yang telah dipisahkan menjadi faktor utama di balik angka-angka tersebut. Meski volume sampah meningkat, Joshua menggarisbawahi tantangan besar yang masih dihadapi terkait kualitas pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
"Harusnya botol plastik itu hanya botol plastik, tapi diisi tisu. Itu sudah susah dikeluarkan dan akhirnya jadi residu," tutur Joshua Valentino, Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Rekosistem.
Pemisahan material secara tepat sangat krusial agar sampah tetap memiliki nilai ekonomi dan tidak mencemari rantai daur ulang. Joshua menjelaskan bahwa sinergi antara fasilitas pemilahan dan teknologi pengolahan sampah lainnya dapat mengoptimalkan tata kelola sampah nasional.
"Kalau Waste Station dan WtE berjalan bersama, sampah yang masuk ke WtE adalah sampah yang benar-benar tidak bisa didaur ulang. Jadi justru saling melengkapi," kata Joshua Valentino, Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Rekosistem.
Kehadiran Waste Station diproyeksikan untuk mendukung sistem Waste to Energy (WtE) dengan menyaring material yang masih bisa dimanfaatkan kembali. Saat ini, Rekosistem berencana menambah jumlah titik fasilitas secara bertahap untuk memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat.