Wisatawan Jepang Tembus 3,6 Juta Meski Kunjungan China Anjlok

Wisatawan Jepang Tembus 3,6 Juta Meski Kunjungan China Anjlok
Foto: Ilustrasi Wisatawan Jepang Tembus 3,6 Juta Meski Kunjungan China Anjlok.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jepang mencetak rekor baru dengan total 3,6 juta orang pada Maret 2026 meskipun terjadi penurunan tajam pada jumlah turis asal China dan Timur Tengah. Pencapaian ini mengalami kenaikan sebesar 3,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Data resmi dari Japan National Tourism Organization (JNTO) yang dirilis pada Rabu (15/4/2026) menunjukkan bahwa lonjakan ini terjadi di tengah dinamika penurunan pasar tradisional. Sebaliknya, pertumbuhan signifikan justru datang dari pasar baru dan negara tetangga lainnya seperti Korea Selatan dan Meksiko.

Berdasarkan laporan JNTO, peningkatan drastis kunjungan ini dipengaruhi oleh faktor musiman dan kalender hari libur internasional yang menguntungkan sektor pariwisata Jepang.

"Peningkatan ini didukung oleh dimulainya musim bunga sakura pada akhir Maret serta libur sekolah yang bertepatan dengan Paskah pada April," tulis JNTO dalam keterangannya.

Daya tarik utama yang mengundang jutaan orang ini adalah fenomena mekarnya bunga sakura yang menandai awal musim semi. Pada periode tersebut, ruang terbuka di berbagai wilayah Jepang dipadati oleh wisatawan internasional maupun warga lokal yang ingin merayakan momen tahunan tersebut.

Meski total kunjungan meningkat, wisatawan asal China yang dahulu merupakan penyumbang terbesar justru merosot tajam sebanyak 56% menjadi hanya 291.600 orang. Penurunan ini mulai terjadi secara bertahap sejak ketegangan diplomatik meningkat pada akhir 2025.

Situasi politik memanas setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memberikan pernyataan terkait kemungkinan campur tangan militer terhadap isu Taiwan pada November lalu. Sejak saat itu, angka kunjungan turis China terus anjlok dari 45% pada Desember hingga mencapai 61% pada Januari 2026.

Selain China, kunjungan dari Timur Tengah juga menyusut 30% menjadi 16.700 orang sebagai dampak konflik yang melibatkan Iran. Namun, kekosongan ini tertutup oleh lonjakan kunjungan dari Meksiko sebesar 70%, serta kenaikan dari Malaysia dan Vietnam yang masing-masing mencapai hampir 45%.

Artikel terkait

Rekomendasi