Analis Merekomendasikan Trading Buy Saham Adaro Andalan Indonesia

Analis Merekomendasikan Trading Buy Saham Adaro Andalan Indonesia
Foto: Ilustrasi Analis Merekomendasikan Trading Buy Saham Adaro Andalan Indonesia.

KB Valbury Sekuritas merekomendasikan aksi trading buy untuk saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada perdagangan Senin (25/5/2026). Langkah ini menyusul masuknya emiten pertambangan tersebut ke dalam daftar pantauan pasar modal.

Seperti dilansir dari Investor Daily, pergerakan saham AADI secara teknikal menunjukkan level batas bawah atau support berada pada posisi Rp 7.925. Sementara itu, tingkat batas atas atau resistance diproyeksikan menyentuh angka Rp 8.425.

Pihak sekuritas menetapkan wilayah harga masuk atau entry price harian bagi para pemodal di rentang Rp 7.925 sampai Rp 8.225. Target harga untuk aktivitas transaksi harian ini dipatok pada level Rp 8.425.

"Waspada jika harga menembus Rp 7.925. Stop loss di level Rp 7.425," tulis KB Valbury Sekuritas.

Pada transaksi hari Jumat (22/5/2026), nilai saham perusahaan berkode AADI ini mengalami lonjakan sebesar 5,79 persen menuju posisi Rp 8.225. Meskipun menguat secara tahun kalender sebesar 17,9 persen, harga sahamnya terpangkas 10,3 persen dalam sepekan terakhir.

Di sisi lain, rapat pemegang saham AADI menyetujui kucuran dividen tahun buku 2025 dengan total nilai US$ 450 juta atau Rp 7,9 triliun. Rasio pembayaran dividen tersebut berada pada angka 59 persen dari perolehan laba bersih.

Nilai dividen final yang akan dibagikan tercatat sebesar US$ 0,026 per saham atau setara Rp 453 per saham. Perhitungan nilai rupiah ini menggunakan acuan asumsi nilai tukar dolar Amerika Serikat di posisi Rp 17.654.

"Dividen AADI mengindikasikan yield dividen final 5,6% berdasarkan harga saham AADI pada intraday Jumat di Rp 8.100," tulis Stockbit Sekuritas.

Sebelumnya, emiten batubara ini sudah mendistribusikan dividen interim sebesar Rp 538 per saham kepada investor pada November 2025. Jadwal resmi tanggal cum dividen beserta realisasi pembayaran berikutnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Rekomendasi berbeda datang dari MNC Sekuritas yang tetap mempertahankan status beli untuk investasi jangka panjang saham AADI. Lembaga sekuritas ini memasang target harga yang lebih tinggi, yakni mencapai level Rp 13.750 per saham.

Proyeksi valuasi MNC Sekuritas tersebut didasarkan pada perkiraan rasio PE sebesar 6,6 kali serta rasio PBV 2026 sebesar 1,4 kali. Pemulihan kapasitas produksi batubara diprediksi mulai berjalan optimal pada kuartal II-2026 seiring meredanya fenomena iklim El Nino.

Volume produksi batubara AADI sepanjang tahun ini ditargetkan menyentuh angka 68,6 juta ton atau cenderung stabil. Meski volume penjualan diperkirakan turun ke posisi 71,8 juta ton, dampaknya akan dinetralisir oleh kenaikan harga jual rata-rata gabungan.

Artikel terkait

Rekomendasi