Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 diperkirakan masih akan menghadapi volatilitas yang tinggi. Sejumlah analis melihat adanya peluang technical rebound dalam jangka pendek meskipun pasar sempat tertekan pada akhir pekan lalu.
Arah gerak indeks nasional sangat dipengaruhi oleh sentimen global, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta aksi jual yang dilakukan investor asing. Dikutip dari Info, beberapa saham dinilai menarik untuk dicermati karena potensi penguatan teknikal harian.
Sejumlah sekuritas telah merilis daftar saham pilihan untuk diperdagangkan hari ini. Emiten seperti BBRI, BIPI, MAPI, MDKA, RATU, hingga CDIA masuk dalam radar pantau para investor maupun pelaku trading jangka pendek.
IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat secara teknikal pada pembukaan perdagangan pagi ini. Aktivitas pasar terpantau mulai dinamis dengan nilai transaksi mencapai miliaran rupiah di menit-menit awal.
Data perdagangan menunjukkan ratusan saham berada di zona hijau, sementara sebagian lainnya masih tertahan di zona pelemahan. Kondisi ini menandakan pasar sedang mencari arah baru setelah mengalami tekanan signifikan pada periode sebelumnya.
Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang support 6.899 dan resistance 7.057. Di sisi lain, BNI Sekuritas melihat potensi pemulihan jangka pendek menuju area 7.070 hingga 7.130.
Pelaku pasar tetap diimbau untuk waspada karena risiko koreksi lanjutan masih mengintai sewaktu-waktu. Strategi sell on high atau merealisasikan keuntungan saat harga mengalami kenaikan dianggap lebih aman dalam situasi pasar saat ini.
Sentimen Tekanan Asing dan Kurs Rupiah
Pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, IHSG terkoreksi cukup dalam hingga mendekati angka 3 persen. Penurunan tajam ini berbarengan dengan aksi jual bersih investor asing yang menembus angka ratusan miliar rupiah.
Sektor perbankan, energi, dan pertambangan menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pihak asing. Beberapa emiten yang paling banyak dijual meliputi BMRI, BUMI, BREN, ADRO, serta DSSA.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut menjadi pemicu utama tekanan pada indeks. Selain itu, ketidakpastian dalam negosiasi internasional dan agenda global lainnya memberikan pengaruh negatif pada sentimen pasar modal.
Kiwoom Sekuritas Indonesia mencatat bahwa volatilitas pekan ini akan dipicu oleh MSCI index review pada 12 Mei 2026. Durasi perdagangan bursa yang hanya berlangsung selama tiga hari juga berpotensi memperbesar fluktuasi harga saham.
Daftar Saham Pilihan Analis
Berikut adalah rincian saham pilihan beserta strategi perdagangan yang direkomendasikan untuk Senin, 11 Mei 2026:
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih menjadi fokus utama pelaku pasar dengan rekomendasi strategi sell on high. Area jual jangka pendek disarankan pada level 3.310 sampai 3.390, dengan batas cut loss di bawah 3.200 hingga 3.230.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) memiliki peluang untuk speculative buy dengan area beli di rentang 208-214. Target penguatan terdekat dipatok pada 222 sampai 232, sementara batas risiko ditetapkan di bawah level 208.
Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) direkomendasikan dengan strategi buy if break pada level 1.460. Jika menembus angka tersebut, target penguatan berikutnya ada di 1.490 hingga 1.550, dengan cut loss di bawah 1.415.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) masuk dalam kategori speculative buy dengan area beli di sekitar 2.780. Target jangka pendek berada pada area 2.900 hingga 2.950, sementara batas risiko dipasang di bawah level 2.720.
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juga masuk daftar speculative buy dengan area beli 5.700-5.750. Target penguatan menuju 5.950 hingga 6.075, dengan saran cut loss apabila harga menyentuh di bawah level 5.575.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) direkomendasikan beli pada rentang 1.000 sampai 1.035. Target terdekat saham ini berada di area 1.055 hingga 1.080, dengan pertimbangan cut loss jika harga turun melampaui level 995.
Kilas Balik Kinerja Pasar Sepekan
Sepanjang periode 4 hingga 8 Mei 2026, IHSG secara akumulatif masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,18 persen di level 6.939. Pergerakan indeks sepekan terakhir sempat menyentuh angka tertinggi di level 7.207 dan titik terendah pada kisaran 6.921.
Meskipun penuh tekanan, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih hingga lebih dari Rp12 triliun selama satu minggu tersebut. Hal ini menunjukkan dinamika yang kontras dibandingkan dengan aksi jual masif pada pekan sebelumnya.
Sektor energi menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi lebih dari 5 persen, diikuti oleh sektor industri dan basic materials. Namun, sektor consumer nonsiklikal, keuangan, dan infrastruktur terpantau masih mampu mempertahankan penguatan di tengah tekanan pasar.