Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan berada di bawah tekanan pada sesi perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Meski sebelumnya sempat parkir di zona hijau, kondisi pasar domestik dinilai belum sepenuhnya stabil untuk melanjutkan penguatan signifikan.
Dikutip dari Info, indikator teknikal yang masih lemah serta derasnya aksi jual oleh pemodal internasional menjadi hambatan utama. Investor disarankan untuk tetap waspada dalam menyaring aset di tengah volatilitas pasar yang cukup tinggi saat ini.
BNI Sekuritas memperkirakan adanya potensi pelemahan indeks pada hari ini. Kendati pada perdagangan sebelumnya IHSG sanggup menguat tipis 0,22 persen, bayang-bayang tekanan jual dari investor asing masih terlihat sangat nyata.
Data mencatatkan nilai jual bersih atau net sell dari pemodal global mencapai angka Rp 791 miliar. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, BBCA, BUMI, BRMS, hingga ASII menjadi target pelepasan utama oleh investor luar negeri.
"Peluang koreksi IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini," ujar Fanny Suherman. Ia menambahkan bahwa tekanan yang ada belum mereda dan pasar masih minim katalis positif yang kuat untuk memicu rebound lebih lanjut.
Secara teknikal, pergerakan indeks diperkirakan akan tertahan pada rentang terbatas. Level support diprediksi berada pada kisaran 6.850 hingga 6.900, sementara area resistance berada di level 7.000 sampai 7.090.
Potensi Rebound yang Masih Spekulatif
Riset dari Kiwoom Sekuritas Indonesia mengungkapkan bahwa sinyal pembalikan arah atau rebound saat ini masih bersifat spekulatif. IHSG perlu melewati ujian pada level resistance psikologis di atas 7.000 untuk mengonfirmasi tren baru.
Dibutuhkan kemunculan candlestick hijau yang didukung oleh dominasi volume pembelian untuk memastikan fase bullish. Tanpa adanya konfirmasi tersebut, indeks cenderung akan terus mengalami fluktuasi dalam waktu dekat.
Rekomendasi Saham Pilihan 5 Mei 2026
Di tengah situasi pasar yang dinamis, sejumlah analis membagikan daftar saham yang layak dicermati untuk tujuan trading jangka pendek. Saham-saham ini dipilih berdasarkan momentum harga dan potensi teknikal yang menarik.
| Kode Saham | Strategi Masuk | Area Beli | Target Harga | Batas Cut Loss |
|---|---|---|---|---|
| CDIA | Buy on Weakness | 1000ÔÇô1050 | 1070ÔÇô1100 | Di bawah 1000 |
| AKRA | Buy on Weakness | 1530ÔÇô1550 | 1600ÔÇô1660 | Di bawah 1520 |
| INDY | Speculative Buy | 3650ÔÇô3700 | 3720ÔÇô3770 | Di bawah 3640 |
| ENRG | Speculative Buy | 1680ÔÇô1710 | 1735ÔÇô1760 | Di bawah 1670 |
| BULL | Buy on Weakness | 490ÔÇô505 | 520ÔÇô535 | Di bawah 486 |
| MEDC | Buy on Weakness | 1685ÔÇô1720 | 1770ÔÇô1820 | Di bawah 1655 |
Manajemen risiko yang disiplin sangat krusial dalam menerapkan strategi di atas. Penggunaan batas cut loss menjadi hal wajib bagi investor guna meminimalisir potensi kerugian yang lebih dalam akibat pergerakan harga yang tak terduga.
Kilas Balik Kinerja Pasar Sebelumnya
IHSG mengakhiri perdagangan Senin, 4 Mei 2026, dengan kenaikan sebesar 0,22 persen ke posisi 6.971,95. Sepanjang sesi tersebut, indeks sempat menyentuh titik tertinggi di level 7.069,69 dan titik terendah di 6.946,05.
Statistik pasar menunjukkan 357 saham melemah, sementara 327 saham menguat, dan 134 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Volume transaksi mencapai 60,3 miliar lembar saham dengan total nilai mencapai Rp 21,2 triliun.
Sektor consumer siklikal memimpin penguatan dengan kenaikan 2,53 persen, diikuti consumer non-siklikal sebesar 1,53 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan dan teknologi mengalami koreksi masing-masing sebesar 1,63 persen dan 1,56 persen.