MNC Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham BBRI dengan Target Rp4.050

MNC Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham BBRI dengan Target Rp4.050
Foto: Ilustrasi MNC Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham BBRI dengan Target Rp4.050.

MNC Sekuritas secara resmi memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga Rp4.050 per lembar pada Selasa, 12 Mei 2026. Keputusan ini diambil karena fundamental emiten perbankan yang berfokus pada UMKM tersebut dinilai tetap kokoh meskipun pasar saham sedang menghadapi dinamika geopolitik global.

Dilansir dari Suara, saham BBRI sempat mengalami koreksi sebesar 2,48 persen ke level Rp3.140 pada perdagangan sesi pertama. Namun, analis memandang penurunan harga tersebut sebagai peluang investasi karena struktur permodalan perseroan yang resilien terhadap berbagai skenario fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Manajemen BRI telah menyusun pemetaan dampak berdasarkan tiga level skenario harga minyak mentah untuk mengantisipasi ketidakpastian global. Strategi ini mencakup skenario dasar pada harga US$ 80 per barel, skenario moderat pada kisaran US$ 100-105 per barel, hingga skenario pesimistis pada rentang US$ 115-133 per barel.

Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, menegaskan bahwa kekuatan modal perseroan mampu bertahan dalam seluruh kondisi tersebut.

"Rasio permodalan BBRI diproyeksikan tetap terjaga kuat dalam skenario manapun," catat Victoria Venny, Analis MNC Sekuritas dalam laporan risetnya.

Dari sisi kesehatan finansial, Rasio Kecukupan Modal (CAR) BBRI diperkirakan tetap stabil di atas level 18 persen. Selain itu, rasio likuiditas jangka pendek atau Liquidity Coverage Ratio (LCR) diproyeksikan akan melampaui ambang batas aman sebesar 100 persen.

MNC Sekuritas juga mencatat adanya potensi kenaikan biaya risiko kredit (CoC) ke level 2-3 persen dibandingkan posisi 1,7 persen pada akhir tahun 2025. Kendati demikian, segmen kredit korporasi tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi stabil sebesar 23-25 persen terhadap total portofolio pinjaman periode 2025-2026.

Terkait kebijakan domestik, rencana pemerintah untuk menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 6 persen menjadi 5 persen berpotensi memberikan tekanan pada kinerja keuangan. Jika diterapkan tanpa perubahan subsidi, Pendapatan Bunga Bersih (NII) berisiko tertekan sebesar Rp2,7 triliun pada tahun 2027 dan laba bersih diprediksi terkoreksi sekitar 2 persen.

Saat ini, porsi penyaluran KUR oleh BRI mencapai rentang Rp271 triliun hingga Rp285 triliun. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 16-18 persen dari total keseluruhan kredit konsolidasi yang dikelola oleh perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi