Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, sejak Jumat (1/5/2026) hingga Selasa (5/5/2026). Langkah ini diambil guna mendukung kelancaran pekerjaan perbaikan jalan di area jaringan perpipaan air limbah yang berdampak langsung pada badan jalan utama tersebut.
Penyesuaian arus kendaraan ini difokuskan pada sisi timur Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di area depan Gedung Sampoerna Strategic. Dilansir dari Megapolitan, informasi pengerjaan infrastruktur ini sebelumnya telah disampaikan secara resmi melalui akun Instagram milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
"Sehubungan dengan adanya pekerjaan perbaikan jalan di area jaringan perpipaan air limbah di Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Dishub DKI Jakarta menerapkan Rekayasa Lalu Lintas di sekitar lokasi tersebut pada 1 Mei - 5 Mei 2026," tulis Dishub DKI Jakarta.
Selama proses perbaikan berlangsung, petugas melakukan pengurangan satu lajur paling kiri untuk arus kendaraan yang mengarah ke Semanggi. Selain itu, terdapat pembongkaran separator Transjakarta sepanjang 200 meter untuk dijadikan jalur campuran (mix traffic) sementara sebelum dikembalikan ke fungsi semula setelah proyek tuntas.
Pihak otoritas menyatakan bahwa meskipun ada penyempitan jalur, kendaraan dari arah Jalan Prof. Dr. Satrio yang menuju ke arah Sudirman timur tetap diizinkan melintas. Pekerjaan sendiri telah dimulai sejak 1 Mei pukul 22.00 WIB dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada 5 Mei pukul 04.00 WIB.
"Diimbau kepada pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas yang ditetapkan dan mengutamakan keselamatan di jalan," tulis Dishub DKI Jakarta.
Masyarakat diminta untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan yang mungkin terjadi, terutama pada jam-jam sibuk di kawasan pusat bisnis tersebut. Perbaikan jalan ini merupakan bagian integral dari proyek pengembangan jaringan perpipaan air limbah di wilayah Sudirman.