Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, mulai Rabu (6/5/2026) hingga 31 Mei 2026. Langkah ini diambil guna mendukung pengerjaan relokasi jaringan utilitas yang menyebabkan penyempitan badan jalan di jalur tersebut.
Pekerjaan ini mencakup tiga titik utama yakni Jalan Kuningan Barat Raya, Jalan Kuningan Barat I, dan Jalan Kuningan Barat II. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, otoritas perhubungan telah menyiapkan skema pengalihan arus bagi pengendara yang melintas di sekitar lokasi proyek.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memberikan penjelasan resmi mengenai latar belakang kebijakan tersebut pada Kamis (7/5/2026). Penyesuaian arus kendaraan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan teknis di lapangan.
ÔÇ£Sehubungan dengan pekerjaan relokasi jaringan utilitas di Jalan Kuningan Barat Raya, kami melakukan rekayasa lalu lintas,ÔÇØ ujar Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Metode yang digunakan dalam proyek ini adalah boring manual. Rangkaian pengerjaan meliputi pengeboran jalur, pemasangan subduct, pembuatan lubang manhole, hingga proses penarikan kabel utilitas.
Fokus pengerjaan tahap awal terletak di ruas Jalan Kuningan Barat Raya, tepatnya mulai dari persimpangan Jalan Kapten P Tendean menuju area di depan Gedung Cyber 1. Dimensi area kerja telah ditentukan untuk meminimalkan dampak gangguan di badan jalan.
ÔÇ£Dimensi pekerjaan adalah 200x100 cm untuk manhole dan 200x50 cm untuk hand hole/pit bantu, selama pekerjaan akan terjadi penyempitan badan jalan,ÔÇØ kata Syafrin Liputo.
Hingga saat ini, Dishub DKI Jakarta belum merinci jadwal pelaksanaan untuk tahap kedua hingga tahap keempat. Instansi terkait mengimbau para pengguna jalan untuk merencanakan waktu perjalanan guna menghindari potensi kepadatan di sekitar area proyek.