Pekan kedua babak Knockout FFWS SEA 2026 Spring menjadi panggung kebangkitan bagi sejumlah perwakilan Indonesia. RRQ Kazu, Bigetron by Virality, dan ONIC tampil menjanjikan dengan mengamankan posisi 12 besar klasemen sementara.
Berkat pencapaian ini, ketiga tim tersebut mengantongi peluang lebih besar untuk melaju ke babak Grand Finals. Mereka dijadwalkan mulai bertarung sejak hari pertama pekan ketiga guna memperebutkan tiket menuju partai puncak.
Di sisi lain, Shadow Esports dan EVOS Divine harus puas finis di peringkat ke-14 dan ke-16. Meski berada di luar zona 12 besar, kedua tim ini tetap siap meramaikan persaingan mulai hari kedua dan ketiga pada pekan mendatang.
Kontras Nasib Kebangkitan RRQ Kazu dan EVOS Divine
RRQ Kazu sukses memulihkan performa ganas mereka di pekan kedua setelah melakukan perubahan formasi. Masuknya 18DEER untuk menggantikan RANZ terbukti menjadi keputusan tepat bagi strategi tim.
Tim berjuluk Raja dari Segala Raja ini tampil sangat dominan dengan mengumpulkan 228 poin selama pekan kedua. Raihan tersebut merupakan poin tertinggi yang berhasil dicetak oleh satu tim dari total 18 peserta yang berlaga.
Lonjakan performa ini langsung mendongkrak posisi RRQ Kazu dari peringkat ke-11 menuju posisi runner-up klasemen total dengan 359 poin. Mereka kini hanya terpaut tipis dari pemuncak klasemen, Buriram United Esports, yang mengoleksi 371 poin.
Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan (ADY), menyatakan bahwa timnya enggan membuang momentum positif ini. Target utama mereka adalah mengamankan tiket Grand Finals sesegera mungkin pada pekan ketiga nanti.
Pernyataan ADY mengenai strategi RRQ Kazu di pekan penentuan:
"Berada di posisi dua belas besar memberikan keuntungan karena kami punya kesempatan bermain lebih banyak. Target kami tetap sama, yaitu langsung mengunci tiket Grand Finals sejak hari pertama melalui permainan yang lebih disiplin."
Kutipan tersebut menegaskan ambisi RRQ Kazu untuk tampil maksimal tanpa harus menunggu hingga hari terakhir babak kualifikasi. Kedisiplinan menjadi kunci utama yang akan mereka terapkan di pekan krusial.
Nasib berbeda dialami oleh EVOS Divine yang sebenarnya juga menunjukkan peningkatan performa signifikan. Tim macan putih ini berhasil mengumpulkan 137 poin di pekan kedua, naik hampir dua kali lipat dibanding pekan pertama yang hanya 64 poin.
Sayangnya, total akumulasi 201 poin belum cukup untuk membawa sang juara dunia Esports World Cup 2025: Free Fire ini menembus posisi 12 besar. Meski merangkak naik dari posisi juru kunci, mereka saat ini tertahan di peringkat ke-16.
Pelatih EVOS Divine, Wahyu Kurniawan (LEEM), mengakui bahwa hasil buruk di pekan pembuka menjadi batu sandungan yang berat. Fokus tim kini beralih pada upaya bermain lebih agresif demi mengejar ketertinggalan.
Rangkuman poin dan posisi tim Indonesia hingga pekan kedua:
| Nama Tim | Total Poin | Peringkat Klasemen | Status Pekan 3 |
|---|---|---|---|
| RRQ Kazu | 359 | 2 | Lolos Top 12 |
| Bigetron by Vitality | 340 | - | Lolos Top 12 |
| ONIC | 276 | 9 | Lolos Top 12 |
| Shadow Esports | 215 | 14 | Luar Top 12 |
| EVOS Divine | 201 | 16 | Luar Top 12 |
Data di atas memperlihatkan persaingan ketat di papan tengah klasemen sementara. Setiap poin akan menjadi sangat berharga pada pertempuran di pekan selanjutnya.
Konsistensi Bigetron dan Perjuangan Shadow Esports
Bigetron by Vitality tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu tim Indonesia paling stabil di FFWS SEA 2026 Spring. Mereka kembali mencatatkan poin impresif sebanyak 182 poin di pekan kedua ini.
Total raihan 340 poin dan koleksi lima Booyah menjadikan Bigetron sebagai tim Indonesia dengan torehan kemenangan terbanyak saat ini. Konsistensi mereka menjadi ancaman serius bagi tim-tim papan atas asal Thailand.
Sementara itu, Shadow Esports yang berstatus sebagai tim debutan memperlihatkan progres yang cukup stabil. Mereka mengoleksi 105 poin di pekan kedua, membawa total perolehan poin mereka menjadi 215 poin.
Meski duduk di peringkat ke-14 dan berada di bawah ONIC yang mengemas 276 poin, pencapaian ini sudah melampaui posisi EVOS Divine. Shadow Esports kini tengah mengevaluasi kekurangan untuk menghadapi pekan ketiga.
Tantangan utama yang dihadapi oleh tim Shadow Esports:
- Keterbatasan data mengenai pola rotasi tim-tim lawan di level Asia Tenggara.
- Kebutuhan untuk meningkatkan daya serang (firepower) dalam pertempuran jarak dekat.
- Mempertahankan konsistensi minimal 100 poin di setiap pekan pertandingan.
- Memaksimalkan waktu evaluasi yang singkat sebelum memasuki pekan penentuan.
Penjelasan poin di atas merujuk pada pernyataan pelatih Janes Manao yang optimistis timnya bisa memberikan perlawanan lebih kuat. Evaluasi mendalam menjadi agenda utama mereka sebelum bertanding kembali.
Janes Manao (JANES) selaku pelatih Shadow Esports mengungkapkan rasa puasnya terhadap konsistensi poin yang didapat. Walaupun sebagai pendatang baru, mereka berjanji akan tampil lebih maksimal demi tiket Grand Finals.
Format dan Jadwal Penentuan Pekan Ketiga
Pekan ketiga yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026 akan menjadi babak penentu bagi seluruh tim. RRQ Kazu, Bigetron, dan ONIC memiliki keuntungan jadwal karena bisa mengamankan posisi lebih awal.
Sistem kualifikasi di pekan ini menetapkan bahwa dua tim teratas setiap harinya akan langsung dinyatakan lolos ke babak puncak. Slot yang kosong nantinya akan diisi secara bergantian oleh tim di peringkat 13 hingga 16.
Secara total, akan ada enam tim yang bisa mengunci tiket Grand Finals melalui jalur kualifikasi pekan ketiga ini. Sisanya harus berjuang di pekan keempat yang merupakan babak eliminasi terakhir.
Pada babak eliminasi pekan keempat, sebanyak 12 tim tersisa akan bertarung habis-habisan selama tiga hari. Hanya tim yang finis di posisi 6 besar klasemen akhir yang berhak menyusul ke Grand Finals.
Tim yang gagal menembus posisi 6 besar pada pekan terakhir dipastikan akan tereliminasi dari kompetisi. Mari terus berikan dukungan kepada seluruh tim Indonesia agar bisa meraih hasil maksimal di panggung internasional.