RedDoorz Bidik Makassar Jadi Hub Bisnis Perhotelan Indonesia Timur

RedDoorz Bidik Makassar Jadi Hub Bisnis Perhotelan Indonesia Timur
Foto: Ilustrasi RedDoorz Bidik Makassar Jadi Hub Bisnis Perhotelan Indonesia Timur.

Kota Makassar semakin mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak industri pariwisata dan sektor bisnis di kawasan Indonesia Timur. Peningkatan mobilitas kerja, penguatan infrastruktur, serta lonjakan arus wisatawan domestik memicu tingginya kebutuhan akomodasi di kota tersebut.

Platform teknologi perhotelan multibrand RedDoorz menangkap peluang pertumbuhan ini secara konsisten. Berdasarkan data internal, sepanjang tahun 2025, total pemesanan kamar pada seluruh mitra properti RedDoorz di Makassar menembus angka 64 ribu booking.

Dilansir dari Media Indonesia, posisi strategis Makassar sebagai hub utama menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku usaha.

"Makassar memiliki posisi strategis sebagai hub bisnis utama di kawasan timur Indonesia. Selain menjadi titik temu pelaku bisnis dari wilayah barat dan timur Indonesia, kota ini juga didukung konektivitas sangat baik melalui Bandara Sultan Hasanuddin yang memiliki frekuensi penerbangan tertinggi di Indonesia Timur," ujar General Manager West Area RedDoorz Yohana Purba, Senin (25/5).

Karakteristik perjalanan dinas ke kota ini turut membentuk pola pemesanan kamar yang unik. RedDoorz mencatat mayoritas konsumen melakukan reservasi dalam waktu yang sangat mendesak.

Sebanyak 93% dari total pemesanan akomodasi di Makassar terjadi secara last minute, baik pada hari yang sama maupun sehari sebelum jadwal check-in. Sementara itu, sekitar 96% konsumen memesan untuk durasi menginap jangka pendek antara 1 hingga 2 malam.

"Pola ini menunjukkan kebutuhan akomodasi dipengaruhi mobilitas bisnis yang cepat dan dinamis. Maka itu teknologi distribusi digital dan optimasi harga berbasis AI (artificial intelligence) jadi penting untuk membantu hotel menangkap peluang pasar secara real-time," ujarnya.

Laju bisnis perhotelan ditopang oleh langkah Pemerintah Kota Makassar yang masif membangun fasilitas publik. Beberapa proyek strategis meliputi peresmian Makassar Government Center (MGC), pengerjaan jalan Multi Years Project (MYP), hingga pembangunan Jembatan Barombong.

Sektor pelesiran juga memberi kontribusi besar bagi keterisian kamar hotel. Merujuk data Dinas Pariwisata Kota Makassar, kunjungan wisatawan nusantara sepanjang tahun 2025 menyentuh 6,18 juta pergerakan, atau melonjak 12,06% dari capaian tahun sebelumnya.

Daya tarik wisata daerah ini diprediksi kian kuat pada tahun 2026 melalui pengembangan destinasi andalan. Beberapa lokasi yang dioptimalkan meliputi Pulau Lanjukang, Pulau Samalona, hingga kawasan Sungai Tallo.

Ekspansi Kemitraan dan Model Bisnis Leasing

Melihat cerahnya prospek pasar, RedDoorz terus menambah jaringan kemitraan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, platform tersebut telah mengelola sebanyak 48 mitra properti di Makassar untuk memfasilitasi kebutuhan para pelancong bisnis maupun wisatawan.

Kolaborasi ini membawa dampak langsung pada stabilitas pendapatan para pemilik modal. Salah satu pengelola penginapan lokal mengaku merasakan performa okupansi yang stabil sejak memutuskan bergabung.

"Bekerja sama dengan RedDoorz berdampak positif pada stabilitas pendapatan hotel. Pengelolaan hotel jadi lebih profesional, terutama dari visibilitas properti dan pemasaran digital berbasis teknologi," ujar Venesia, Pemilik RedDoorz Plus @ Harvest Inn Panakkukang Makassar.

Selain skema kemitraan reguler, RedDoorz mulai melirik potensi model bisnis leasing atau sewa kelola penuh akibat konsistensi pasar. Strategi ini telah diterapkan pada properti RedDoorz @ Graha Cemerlang Maros yang terletak di jalur akses menuju Bandara Sultan Hasanuddin.

Semenjak diambil alih secara penuh melalui sistem leasing tersebut, tingkat keterisian kamar di properti Maros mampu meraih rata-rata okupansi di atas 80%.

"Kami optimistis Makassar terus berkembang sebagai pusat bisnis dan destinasi strategis di Indonesia Timur. Kami berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pemilik hotel untuk menangkap peluang pertumbuhan yang semakin besar di kota ini," tutup Yohana.

Artikel terkait

Rekomendasi