Rebalancing MSCI Picu Volatilitas Tinggi IHSG Hari Ini

Rebalancing MSCI Picu Volatilitas Tinggi IHSG Hari Ini
Foto: Ilustrasi Rebalancing MSCI Picu Volatilitas Tinggi IHSG Hari Ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar saham Indonesia diproyeksikan menghadapi volatilitas tinggi pada Jumat (29/5/2026) akibat langkah fund manager pasif yang melakukan rebalancing portofolio, seperti dilansir dari Investor Daily.

Aktivitas penyesuaian portofolio oleh para manajer investasi tersebut mengikuti pengumuman dari MSCI pada 12 Mei 2026 lalu yang dijadwalkan mulai berlaku efektif per 1 Juni 2026.

Sebagian besar manajer investasi diperkirakan telah menyesuaikan isi portofolio mereka secara bertahap setelah pengumuman tersebut keluar tanpa harus menunggu hingga hari terakhir rebalancing.

"Yang menarik, tidak terlihat kepanikan berarti di pasar, biarpun sebagian saham yang dikeluarkan MSCI tertekan turun," kata Co-Founder Pasar Dana dan praktisi pasar modal, Hans Kwee.

Hans Kwee menjelaskan bahwa potensi tekanan penurunan harga masih membayangi saham-saham yang tereliminasi dari MSCI Global Standard Index serta MSCI Small Cap Index.

"Banyak perusahaan yang dikeluarkan berfundamental bagus, punya prospek yang sangat baik dan saat ini punya valuasi yang sangat menarik," ungkap Hans.

Langkah penghapusan sejumlah emiten dalam negeri dari indeks MSCI dinilai murni karena faktor teknikal likuiditas serta metodologi bobot, bukan karena penurunan kinerja fundamental.

Proses reformasi pasar modal oleh OJK dan SRO juga dipandang berhasil memperkuat transparansi serta integrasi pasar, sehingga keyakinan investor domestik maupun asing tetap terjaga.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini akan berada pada rentang batas bawah di level 6.060 dan batas atas di level 6.240.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, indeks ditutup terkoreksi sebesar 1,23 persen menuju level 6.130 seiring adanya aksi ambil untung dan penjualan bersih investor asing sebesar Rp 1,89 triliun di pasar reguler.

"Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren konsolidasi melemah dengan area resistance di 6.240 dan support di 6.060," tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Faktor lain yang dicermati pelaku pasar adalah pergerakan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 16.800 per dolar AS karena berisiko memicu aliran modal keluar.

Untuk rekomendasi perdagangan harian, saham EMAS dan PGAS disarankan beli, sedangkan saham TOWR serta BSDE disarankan jual.

Artikel terkait

Rekomendasi