Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Putrama Wahju Setyawan, menyoroti rendahnya rasio penyaluran kredit terhadap perekonomian di Indonesia. Saat ini, perbandingan antara total kredit dengan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional baru menyentuh angka 32 persen.
Angka tersebut tertinggal cukup jauh jika disandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Putrama menyebutkan bahwa posisi Indonesia masih berada di bawah Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Vietnam dalam hal kedalaman pasar kredit.
Pentingnya Konsolidasi Perbankan Nasional
Melihat kondisi tersebut, Putrama menilai industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah melalui proses konsolidasi antarlembaga keuangan.
Menurutnya, konsolidasi tidak melulu soal mengurangi jumlah pemain di industri perbankan tanah air. Fokus utamanya adalah membangun institusi yang memiliki modal kuat dan daya saing yang lebih tinggi.
Putrama menegaskan bahwa penguatan kapasitas industri sangat penting agar bank nasional lebih tangguh menghadapi tantangan. Tujuannya adalah menciptakan entitas yang mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun panggung global.
Struktur jumlah bank berdasarkan kelompok modal di Indonesia saat ini:
- Bank KBMI I: Sebanyak 58 bank dengan modal inti paling rendah.
- Bank KBMI II: Tercatat ada 27 bank dalam kategori modal menengah.
- Bank KBMI IV: Hanya tersedia 4 bank besar yang memiliki skala modal inti tertinggi.
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun jumlah bank kecil cukup banyak, dominasi pasar tetap berada di tangan segelintir pemain besar. Struktur ini mencerminkan adanya ketimpangan dalam skala usaha di industri perbankan tanah air.
Konsentrasi Aset pada Bank Besar
Hingga Maret 2026, mayoritas aktivitas perbankan di Indonesia masih terpusat pada kelompok bank skala besar. Hal ini terlihat dari penguasaan aset yang tidak merata di antara para pelaku industri.
Lebih dari separuh total aset perbankan nasional, atau sekitar 52 persen, hanya dikuasai oleh kelompok bank kategori KBMI IV. Sementara itu, porsi aset yang tersisa harus terbagi ke puluhan bank lain yang skalanya lebih kecil.
Kondisi ini menunjukkan bahwa fungsi intermediasi atau penyaluran dana ke masyarakat masih sangat bergantung pada bank-bank raksasa. Putrama berharap ke depannya struktur industri bisa lebih seimbang dan kokoh melalui penguatan modal.
| Kategori Bank | Jumlah Entitas | Keterangan Modal |
|---|---|---|
| KBMI I | 58 Bank | Modal inti di bawah Rp6 triliun |
| KBMI II | 27 Bank | Modal inti menengah |
| KBMI IV | 4 Bank | Bank skala besar penguasa aset |
Tabel ini memberikan gambaran mengenai peta persaingan perbankan di Indonesia yang masih didominasi oleh bank bermodal besar. Konsolidasi diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat bank-bank kecil agar memiliki daya jangkau yang lebih luas dalam mendorong ekonomi nasional.