Qualcomm Luncurkan Chipset Snapdragon C untuk Laptop Murah

Qualcomm Luncurkan Chipset Snapdragon C untuk Laptop Murah
Foto: Ilustrasi Qualcomm Luncurkan Chipset Snapdragon C untuk Laptop Murah.

Pasar komputer portabel bersiap menyambut era baru perangkat terjangkau dengan efisiensi tinggi. Qualcomm secara resmi memperkenalkan chipset teranyar mereka yang diberi nama komersial Snapdragon C.

Komponen dapur pacu ini sengaja dirancang untuk mentenagai jajaran laptop Windows kelas entry-level. Perangkat yang menggunakan chipset ini diproyeksikan bakal dipasarkan pada kisaran harga 300 dolar AS atau sekitar Rp5,3 juta.

Langkah taktis tersebut diambil untuk menghadirkan notebook dengan harga yang jauh lebih ramah kantong. Melalui strategi ini, Qualcomm ingin memastikan teknologi ARM yang terkenal hemat daya dapat dijangkau oleh basis pengguna yang lebih luas.

Kehadiran laptop murah yang ditenagai oleh Snapdragon C ini dibidik untuk memenuhi kebutuhan kelompok pengguna spesifik. Segmen yang diincar meliputi kalangan pelajar, keluarga, hingga para pekerja kantoran.

Sebelumnya, laptop dengan Qualcomm Snapdragon X seperti Lenovo IdeaPad Slim 3X dijual seharga 518 dolar AS atau sekitar Rp9,2 juta. Varian tersebut sudah dianggap cukup kompetitif untuk bersaing dengan Apple MacBook Neo yang berada di kisaran 600 dolar AS.

Dikutip dari Suara, kehadiran Snapdragon C dipersiapkan untuk mendisrupsi pasar laptop murah secara lebih masif. Berbeda dengan seri Snapdragon X yang mengandalkan inti CPU Oryon khusus, komponen baru ini bakal memakai inti CPU Kryo yang berbasis IP Arm.

Walaupun tingkat performanya diprediksi tidak akan secepat varian di atasnya, arsitektur ini membawa keunggulan lain. Qualcomm menjanjikan operasional perangkat akan tetap dingin dan senyap tanpa memerlukan kipas pendingin.

Daya Tahan Baterai dan Fitur Kecerdasan Buatan

Selain desain eksterior yang tipis dan tenang, daya tahan baterai menjadi nilai jual utama yang ditawarkan. Komponen ini diklaim memiliki efisiensi tinggi yang sangat memadai untuk menunjang aktivitas harian.

Sektor kecerdasan buatan juga turut disematkan melalui unit pemrosesan saraf atau NPU yang terintegrasi. Kendati demikian, Qualcomm mengonfirmasi bahwa chipset ini belum mendukung fitur Microsoft Copilot+.

Keputusan tersebut mengindikasikan bahwa performa komputasi NPU pada komponen ini belum menyentuh standar 40 TOPS yang ditetapkan oleh Microsoft. Namun, fungsi AI yang tersedia dinilai tetap membantu mempercepat pekerjaan ringan sehari-hari.

Adopsi Pertama dan Tantangan Pasar

Beberapa produsen komputer global mulai merespons kehadiran silikon baru ini untuk lini produk mereka. Acer menjadi pabrikan pertama yang mengambil langkah awal dengan mengumumkan varian Acer Aspire Go 15.

Laptop pertama yang mengadopsi Snapdragon C ini dibekali dengan spesifikasi yang mumpuni untuk kelasnya. Di dalamnya terdapat dukungan RAM sebesar 8 GB, media penyimpanan SSD berkapasitas 512 GB, serta dua port USB-C fungsional.

Meskipun spesifikasi lengkap baru akan diungkap pada ajang Computex mendatang, tantangan nyata kini berada pada realisasi harga jual. Banyak pihak meragukan batas harga 300 dolar AS dapat dipertahankan di tengah lonjakan harga komponen global dan krisis pasokan DRAM.

Jika Qualcomm bersama para mitra manufaktur mampu mengatasi kendala biaya produksi tersebut, Snapdragon C berpotensi menjadi standar baru. Produk ini diproyeksikan memimpin pasar laptop murah berkualitas di pasar global, termasuk China dan berbagai negara berkembang.

Artikel terkait

Rekomendasi