Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mampu mendekati angka 6 persen di tengah tekanan kenaikan harga energi dunia. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Kamis (7/5/2026) saat meninjau kondisi stabilitas sistem keuangan nasional yang dinilai masih terjaga.
Target optimis ini melampaui angka yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dilansir dari Money, pemerintah berkomitmen mendorong angka pertumbuhan lebih tinggi dari proyeksi awal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas dalam beberapa tahun ke depan.
ÔÇ£Doa supaya kita ekonominya bagus terus, pertumbuhan makin kuat, tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,ÔÇØ ujar Purbaya, Menteri Keuangan.
Keinginan tersebut rencananya akan disampaikan secara khusus saat ia menjalankan ibadah haji. Purbaya dijadwalkan akan bertolak menuju Arab Saudi pada 21 Mei 2026 mendatang untuk menunaikan ibadah tersebut.
ÔÇ£Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 5,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas, mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun,ÔÇØ ujar Purbaya, Menteri Keuangan.
Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjadikan APBN sebagai instrumen utama. Hal ini dilakukan untuk melindungi daya tahan ekonomi domestik dari dampak konflik di Timur Tengah yang memicu gejolak pasar keuangan global.
ÔÇ£Kalau saya bilang, kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Kan sudah dua triwulan 5,39 persen dan 5,61 persen,ÔÇØ kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Capaian ini menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 yang berada di angka 5,39 persen.
ÔÇ£Kalau lihat hasilnya sekarang, sepertinya strateginya sudah membuahkan hasil. Strateginya cukup pas dan cukup akurat,ÔÇØ ujar Purbaya, Menteri Keuangan.
Momentum perbaikan ekonomi ini akan dijaga melalui pemberian berbagai stimulus dan penguatan belanja negara. Pemerintah meyakini program-program ekonomi yang sedang berjalan akan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan pertumbuhan nasional pada kuartal-kuartal berikutnya.