Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik banyaknya narasi negatif tanpa data valid di media sosial yang memicu kecemasan publik terhadap kondisi ekonomi Indonesia, saat berbicara dalam acara Jogja Finance Festival 2026 di Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026).
Keresahan masyarakat timbul akibat analisis keliru dari para pengamat di media sosial yang tidak menggunakan basis data sahih. Berdasarkan laporan dilansir dari Investor Daily, keresahan ini berbanding terbalik dengan indikator makroekonomi nasional yang menunjukkan tren positif.
"Terus terang, saya bingung kenapa ada anggapan itu. Setelah saya analisa, ternyata itu kebanyakan adalah analisa ekonom TikTok," ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Jumat (22/5/2026).
Kondisi riil masyarakat yang merasa kesulitan hidup dinilai kontras dengan data resmi yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026 dengan inflasi yang tetap terkendali. Menurut penegasan Purbaya, kehadiran pengamat di platform digital tersebut justru mengikis kepercayaan publik terhadap pemaparan resmi pemerintah.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga dipastikan terus menggerakkan roda perekonomian lewat sektor negara dan swasta, tidak terbatas pada pengelolaan Badan Gizi Nasional semata. Selain itu, Kementerian Keuangan menargetkan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp15.000-an pada Juni mendatang seiring masuknya suplai mata uang asing secara signifikan.