Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengosongkan jabatan Direktur Jenderal Anggaran serta Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal pada Rabu (22/4/2026) di Jakarta. Langkah perombakan ini diambil sebagai bagian dari pergeseran fokus kementerian menuju stabilitas keuangan yang lebih agresif.
Kebijakan pencopotan dua pejabat tinggi tersebut resmi difinalisasi pada Selasa sore, seperti dilansir dari Investortrust. Purbaya melengserkan Luky Alfirman selaku Direktur Jenderal Anggaran dan Febrio Kacaribu selaku Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal dengan status cuti sementara.
Saat ini, sejumlah pejabat pelaksana tugas telah ditunjuk untuk mengisi kekosongan posisi tersebut guna menjaga operasional kementerian tetap berjalan. Purbaya menjelaskan posisi terkini dari kedua mantan direktur jenderal yang digeser tersebut saat berada di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Yes, they have been given acting officials now," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.
Penataan ulang pejabat ini bertepatan dengan pelantikan lima pejabat madya lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan. Purbaya menegaskan peran baru kementeriannya yang harus melampaui fungsi akuntansi tradisional atau sekadar pencatat kas negara.
"The Ministry of Finance is not a treasurer, not a record-keeper; we are the officials of national financial stability," kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Kementerian kini diinstruksikan untuk memprioritaskan disiplin fiskal yang ketat, pengelolaan kas yang cermat, dan pemeliharaan stabilitas pasar yang absolut. Purbaya mengingatkan jajarannya agar tidak berkompromi dalam menjalankan standar baru tersebut.
"In this Ministry, there is no gray area; right is right, and wrong is wrong. If you start to compromise even a little, the effects will be chain-like," tegas Purbaya, Menteri Keuangan.
Kementerian Keuangan menjadwalkan pengajuan tiga nama kandidat baru kepada Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026. Nama-nama tersebut diplot untuk mengisi posisi Direktur Jenderal Anggaran, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, serta Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Para investor kini memantau keputusan penunjukan pejabat baru tersebut terkait kepatuhan terhadap batas defisit anggaran sebesar 3 persen. Purbaya menekankan pentingnya angka defisit tersebut bagi kredibilitas komitmen disiplin fiskal Indonesia di mata dunia internasional.
"The deficit figure is not just a target; it is a signal to the world whether we are serious or not," ucap Purbaya, Menteri Keuangan.