Sopir Truk Jakarta Keluhkan Praktik Pungli Jalanan yang Terus Berulang

Sopir Truk Jakarta Keluhkan Praktik Pungli Jalanan yang Terus Berulang
Foto: Ilustrasi Sopir Truk Jakarta Keluhkan Praktik Pungli Jalanan yang Terus Berulang.

Sejumlah sopir truk mengeluhkan maraknya praktik pungutan liar yang terus berulang di berbagai titik jalanan Jakarta, mulai dari persimpangan Kapuk Kamal hingga kawasan pelabuhan pada Selasa (5/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, aksi ini menyebabkan kemacetan dan menambah beban biaya perjalanan para pengemudi kendaraan berat.

Fatih, seorang sopir truk, mengungkapkan bahwa praktik pungutan liar di kawasan Kapuk Kamal, Jakarta Utara, merupakan persoalan lama yang melelahkan para pekerja di jalanan.

"Ah itu mah sudah dari dulu. Capek," ujar Fatih.

Meskipun petugas beberapa kali melakukan penindakan, para oknum biasanya kembali muncul setelah situasi dinilai aman oleh mereka.

"Entar ditangkap nih, ngakunya bersih, dua hari tiga hari nanti nongol lagi," ucap Fatih.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Ardi, pengemudi truk lainnya yang melihat keberadaan oknum pengatur lalu lintas liar justru memperparah kepadatan kendaraan.

"Ya, di situ mah tidak bisa hilanglah. Ditangkap hari ini, besok juga ada lagi, ada lagi," tutur Ardi.

Ardi menilai bahwa tindakan para pelaku yang seolah-olah mengatur arus lalu lintas di persimpangan tidak memberikan dampak positif bagi kelancaran jalan.

"Sebenarnya enggak ada pengaruhnya itu anak-anak itu ngatur lalin kayak gitu. Enggak ada pengaruhnya, sebenarnya malah kadang-kadang bikin macet," kata Ardi.

Selain truk lokal, sasaran utama dari praktik pemerasan ini adalah kendaraan bus yang berasal dari luar daerah, terutama lintas Sumatera.

"Wah kalau di sana mah mereka itu kadang-kadang benar-benar malak itu. Apalagi sama mobil-mobil luar lintas Sumatera. Paling senang dia (oknum pelaku pungli)," kata Ardi.

Meski situasi ini sudah berlangsung menahun, Ardi tetap menaruh harapan agar pihak berwenang mampu membersihkan jalanan dari pungutan ilegal secara permanen.

"Susah diberantas, di sana mah susah. Ya maunya saya mah sih hilang semua biar jadi aman," ujar Ardi.

Di kawasan Jakarta Pusat, sebuah video viral menunjukkan dugaan pungli terhadap mobil pikap di Jalan Teluk Betung, Tanah Abang pada 26 Februari 2026 yang direspons oleh aparat kepolisian setempat.

"Akan kita cek dan lakukan penegakan hukum apabila didapati. Hingga saat ini belum ada laporan," tutur AKBP Dhimas Prasetyo, Kapolsek Metro Tanah Abang.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Purnama, memastikan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan di lapangan terhadap aksi pemerasan tersebut.

"Karena itu sudah tindakan pemerasan ya, kita tetap melakukan pengawasan," jelas Purnama.

Keluhan mengenai pungli juga disuarakan oleh Persatuan Pengemudi Truk Trailer Tanjung Priok yang menyebut praktik ini sudah terjadi secara kronis di area pelabuhan dan depo kontainer.

"Pungli ini sudah mendarah daging. Dilaporkan sudah, tapi setelah itu kambuh lagi," kata Ahmad Holil, Humas Persatuan Pengemudi Truk Trailer Tanjung Priok.

Modus yang dilakukan oknum petugas di lapangan sering kali berupa penundaan proses administrasi atau bongkar muat jika pengemudi tidak memberikan sejumlah uang.

"Di gate in minta biasanya Rp 2.000 biar cepat masuk. Kalau enggak dikasih, alasannya error, ntar dulu, pura-pura otak-atik," kata Ahmad Holil.

Ahmad menjelaskan bahwa para sopir sering berada dalam posisi terdesak sehingga terpaksa mengikuti permintaan oknum agar pekerjaan mereka lancar.

"Kami sopir truk kontainer mau bongkar muat di pelabuhan. Itu pungli semua," ujar Ahmad Holil.

Total biaya tambahan yang harus dikeluarkan sopir dalam satu kali perjalanan diperkirakan mencapai angka ratusan ribu rupiah akibat banyaknya titik pungutan.

"Seminim-minimnya pungli itu Rp 100.000. Itu Rp 100.000 sudah ngotot-ngotot nawar," kata Ahmad Holil.

Gubernur terpilih Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk menghapus segala bentuk pungutan liar di ruang publik sebagai bagian dari persiapan Jakarta menuju kota global.

"Jadi kalau nanti saya dilantik, salah satu hal yang akan saya tangani adalah pungli yang ada di lapangan. Enggak boleh terjadi," ujar Pramono Anung.

Pramono menegaskan bahwa ketertiban di lapangan merupakan aspek krusial yang harus diperbaiki untuk mendukung wajah baru Jakarta.

"Karena Jakarta sebagai kota global salah satu hal yang harus diperbaiki adalah pungutan-pungutan liar seperti itu tidak boleh terjadi. Yang seperti itu tentunya kita akan tangani," ujar Pramono Anung.

Artikel terkait

Rekomendasi