PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) membukukan pertumbuhan pendapatan kontribusi sebesar 9 persen secara tahunan menjadi Rp4,2 triliun pada tahun 2025. Pencapaian yang diraih di Jakarta tersebut didorong oleh produk perlindungan penyakit kritis serta luasnya jaringan distribusi agen.
Kinerja positif perusahaan yang dilansir dari Investortrust ini juga ditunjukkan melalui pendapatan kontribusi bisnis baru yang melonjak sebesar 31 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1 triliun. Selain itu, total aset perusahaan tercatat tumbuh sebesar 20 persen menjadi Rp8 triliun, sementara total investasi naik 17 persen menjadi Rp6 triliun.
Dari sisi ketahanan keuangan, perusahaan menjaga rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) dana perusahaan pada level 1.496 persen dan RBC dana tabarru sebesar 209 persen. Sepanjang periode tersebut, dana santunan klaim dan manfaat yang telah dibayarkan kepada peserta mencapai Rp2,2 triliun.
Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin menjelaskan terdapat sejumlah faktor pendorong pertumbuhan kontribusi tersebut yang salah satunya bersumber dari kelengkapan portofolio produk asuransi perusahaan.
"Mulai dari produk kesehatan, penyakit kritis, hingga produk perlindungan dan investasi," ujar Iskandar Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah saat pelaksanaan konferensi pers pada Selasa (12/5/2026).
Faktor berikutnya dipengaruhi oleh jaringan pemasaran yang luas melalui kemitraan dengan perbankan nasional serta dukungan dari puluhan ribu tenaga pemasar di berbagai wilayah.
"Jadi kombinasi produk lengkap dan jangkauan distribusi terbesar di Indonesia," tutur Iskandar Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah.
Faktor krusial lain yang ikut menopang peningkatan kinerja keuangan ini adalah tingkat kepercayaan yang diberikan oleh para nasabah.
"Kombinasi dari ketiga hal ini menurut saya adalah pendorong utama pertumbuhan kinerja kita di tahun 2025," ucap Iskandar Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah.
Direktur Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama memaparkan bahwa segmen perlindungan kesehatan khusus untuk penyakit berat menjadi kontributor paling dominan dalam perolehan total premi perusahaan.
"Perolehan premi kita paling besar dari penyakit kritis, diikuti perlindungan untuk asuransi jiwa yang jangka panjang, selain itu juga perlindungan asuransi kesehatan," ujar Vivin Arbianti Gautama, Direktur Prudential Syariah.
Pertumbuhan lini bisnis baru perusahaan yang mencapai 31 persen ini juga melampaui rata-rata pertumbuhan industri asuransi syariah nasional yang bergerak di angka 13 persen.
"Itu faktor yang sangat-sangat mendongkrak," tegas Vivin Arbianti Gautama, Direktur Prudential Syariah.
Direktur Prudential Syariah, Mandar Hastekar memberikan penjelasan mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link yang dikelola oleh perusahaan.
"Ada beberapa fluktuasi di pasar, dan performa tersebut terhubung dengan performa pasar. Itu adalah sesuatu yang telah dipilih pengguna berdasarkan fund yang diinvestasikan, namun performa fund tersebut tetap cukup kuat untuk kita," papar Mandar Hastekar, Direktur Prudential Syariah.