Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada sesi perdagangan Kamis (7/5/2026). Pergerakan indeks diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas global, terutama kenaikan harga emas dan koreksi pada harga minyak mentah dunia.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa laju kenaikan indeks kemungkinan besar akan berjalan terbatas. Kondisi teknikal saat ini menunjukkan adanya kerawanan bagi IHSG untuk mengalami koreksi meskipun masih berada di jalur penguatan.
"Untuk Kamis (perdagangan) kami perkirakan penguatan IHSG relatif terbatas dan rawan koreksi dengan support di 7.047 dan resist 7.170, dimana kami perkirakan akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas seperti penguatan emas dan pelemahan minyak mentah," ujar Herditya, dilansir dari Money.
Penurunan harga minyak dunia tercatat mencapai angka 4 persen pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026) waktu Amerika Serikat. Berdasarkan laporan Reuters, meredanya ketegangan antara AS dan Iran menjadi faktor utama stabilnya pasokan melalui Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 4,57 dollar AS menjadi 109,87 dollar AS per barrel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) merosot 4,15 dollar AS ke level 102,27 dollar AS per barrel, berbalik dari lonjakan 6 persen pada hari Senin sebelumnya.
Di sisi lain, harga emas di pasar spot justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan sebesar 2,3 persen. Data Bloomberg mencatat harga logam mulia tersebut menyentuh angka 4.660 dollar AS per ons pada perdagangan Rabu, melanjutkan penguatan dari hari sebelumnya.
Herditya menyarankan sejumlah saham untuk dipantau investor ritel, seperti PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan target Rp 268-Rp 276. Ia juga menyoroti PT Sentul City Tbk (BKSL) pada rentang Rp 122-Rp 133 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di harga Rp 1.955-Rp 2.060.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, turut memberikan pandangan senada mengenai keterbatasan ruang gerak indeks. Hal ini disebabkan posisi IHSG yang sudah mulai mendekati area resistance teknikal setelah mengalami fase rebound selama beberapa hari terakhir.
Reza memperkirakan level support IHSG akan berada di rentang 6.920-7.000 dengan area resistance di level 7.100-7.160. Untuk pilihan saham, ia merekomendasikan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) untuk dibeli pada level Rp 158-Rp 160 dengan target Rp 165-Rp 170.
Selain itu, ia menyarankan strategi buy on weakness untuk saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) pada area Rp 200-Rp 210 dengan target harga Rp 225-Rp 240. Emiten terakhir yang direkomendasikan adalah PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dengan kisaran beli Rp 380-Rp 390 dan target di angka Rp 400-Rp 410.