BRIN Proyeksikan Fenomena El Nino Godzilla Landa Indonesia April 2026

BRIN Proyeksikan Fenomena El Nino Godzilla Landa Indonesia April 2026
Foto: Ilustrasi BRIN Proyeksikan Fenomena El Nino Godzilla Landa Indonesia April 2026.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan fenomena El Nino kategori kuat atau populer disebut El Nino Godzilla akan melanda wilayah Indonesia mulai April hingga Oktober 2026. Fenomena ini diprediksi muncul bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa kemarau panjang.

Istilah populer tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi penurunan curah hujan yang signifikan di berbagai wilayah tanah air. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Nasional, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi bahwa secara ilmiah kategori El Nino hanya terbagi menjadi lemah, moderat, dan kuat.

Pihak BRIN mengungkapkan bahwa fenomena alam ini tidak hanya membawa dampak negatif, namun juga peluang bagi sektor kelautan. Interaksi antara IOD positif dan El Nino diprediksi akan memperkuat proses upwelling di wilayah perairan selatan Jawa hingga bagian barat Sumatera.

Anggota tim penelitian BRIN, Yosef Prihanto menjelaskan bahwa proses kenaikan massa air laut tersebut akan meningkatkan ketersediaan nutrisi di permukaan. Kondisi ini memicu pertumbuhan fitoplankton yang menjadi sumber makanan utama bagi biota laut.

"Dalam konteks pemenuhan hak atas pangan yang dijamin dalam peraturan perundang-undangan, tidak hanya bicara soal ketersediaan, tetapi juga perlu memastikan sejauh mana masyarakat khususnya kelas ekonomi ke bawah bahkan miskin dapat menjangkaunya, serta memastikan kelayakan pangan untuk dikonsumsi," ucap Musdalifah, Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial Eksekutif Nasional Walhi.

Peningkatan produktivitas perairan ini diharapkan mampu mendongkrak hasil tangkapan nelayan selama musim kemarau berlangsung. Kendati demikian, sektor pertanian justru menghadapi ancaman serius akibat risiko kekeringan ekstrem yang dapat mengganggu stabilitas pangan nasional.

Data historis menunjukkan bahwa El Nino kuat pada tahun 1997/1998 pernah mengakibatkan penurunan produksi padi nasional hingga 6 persen. Sementara itu, pada periode awal tahun 2024, fenomena serupa tercatat telah menurunkan produksi beras sebesar 2,28 juta ton akibat berkurangnya intensitas hujan.

Artikel terkait

Rekomendasi