Prospek IHSG 28 April 2026 Berpotensi Melemah ke Level 7.000

Prospek IHSG 28 April 2026 Berpotensi Melemah ke Level 7.000
Foto: Ilustrasi Prospek IHSG 28 April 2026 Berpotensi Melemah ke Level 7.000.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk perdagangan Selasa (28/4/2026) diproyeksikan bergerak pada kisaran 7.000 hingga 7.240. Laju indeks cenderung mengalami penurunan setelah pada hari sebelumnya ditutup melemah.

Dilansir dari Investortrust, riset dari BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa penurunan yang terjadi kemarin secara teknikal membuka peluang bagi IHSG menuju area gap. Target koreksi tersebut berada pada tingkat psikologis 7.000.

Kondisi pasar modal saat ini dipengaruhi aksi lepas saham oleh pemodal internasional. Tekanan jual tersebut dipicu oleh ketidakpastian situasi konflik global serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain sentimen dalam negeri, pergerakan indeks hari ini akan dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter terkait tingkat suku bunga Bank Of Japan. Suku bunga tersebut diperkirakan tetap bertahan pada level 0,75%.

Sentimen dari Amerika Serikat turut memberikan andil terhadap fluktuasi pasar domestik. Bursa saham Wall Street mencatatkan pergerakan variatif dengan pelemahan tipis pada Dow Jones sebesar 0,13%, sementara S&P500 naik 0,12% dan Nasdaq menguat 0,20%.

Rekomendasi Saham Pilihan

Untuk strategi transaksi hari ini, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli terhadap tiga emiten pilihan. Target harga yang ditetapkan telah disesuaikan dengan analisis teknikal harian.

Daftar Saham Pilihan dan Target Harga 28 April 2026
Kode SahamRekomendasiTarget Harga Minimum (Rp)Target Harga Maksimum (Rp)
ARCIBeli1.7451.890
PTBABeli2.9603.020
AALIBeli8.4758.650

Catatan Perdagangan Sebelumnya

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG merosot sebesar 22,97 poin atau setara 0,32% ke posisi 7.106. Investor asing membukukan penjualan bersih dengan nilai total mencapai Rp 2,03 triliun.

Aksi lego saham oleh investor luar negeri paling banyak menyasar komoditas perbankan berkapitalisasi besar. Saham BBCA mencatat net sell sebesar Rp 897,54 miliar, disusul BMRI senilai Rp 679,17 miliar, dan BBRI yang mencapai Rp 200,25 miliar.

Koreksi IHSG didorong oleh kejatuhan beberapa sektor utama, termasuk energi yang merosot 1,21% dan sektor industri sebesar 1,15%. Sejumlah saham yang ikut menekan indeks di antaranya UNTR, ITMG, TPIA, MORA, ASII, dan PTRO.

Meski mengalami tren penurunan, sektor material dasar, consumer primer, dan consumer non-primer terpantau mengalami penguatan. Beberapa saham bahkan sukses menyentuh batas auto reject atas (ARA).

Saham JAWA memimpin penguatan sebesar 34,64% ke level Rp 206, diikuti ESIP yang melesat 34,09% menjadi Rp 118. Selanjutnya, saham IFSH terangkat 24,88% ke harga Rp 2.560, BOBA naik 24,76% ke Rp 262, serta SMMT yang melonjak 24,54% menjadi Rp 2.690.

Artikel terkait

Rekomendasi