Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap personel Polsek Pasar Minggu menyusul dugaan pengabaian laporan temuan orang hilang pada Selasa (14/4/2026). Langkah ini diambil setelah informasi mengenai sikap apatis petugas kepolisian sempat viral di media sosial.
Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Pol Radjo Harahap menyatakan bahwa instansinya telah memonitor dan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut. Proses hukum internal kini sedang berjalan untuk mengklarifikasi tindakan anggota di lapangan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Dimonitor, kami proses untuk lakukan pemeriksaan ke Polsek Pasar Minggu terhadap anggota yang menerima informasi dari masyarakat yang sudah kami hubungi kemarin," kata Radjo Harahap, Kabid Propam Polda Metro Jaya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan rincian mengenai total personel yang harus menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut. Fokus pemeriksaan diarahkan pada petugas yang berjaga saat laporan warga masuk ke Mapolsek.
Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Anggiat Sinambela sebelumnya telah menyampaikan klarifikasi resmi pada Senin (13/4/2026). Ia mengakui adanya kekurangan dalam prosedur pelayanan dan berkomitmen melakukan perbaikan internal.
"Kami menyampaikan permohonan maaf dan saling memaafkan serta akan lebih memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran dan bantuan polisi," ujar Anggiat Sinambela, Kapolsek Pasar Minggu.
Terkait kondisi warga yang sempat dilaporkan hilang, Anggiat mengonfirmasi bahwa lansia bernama Warisem telah ditemukan. Saat ini, perempuan tersebut sudah kembali kepada pihak keluarga dalam kondisi yang baik.
"Kami menyampaikan untuk memberikan klarifikasi bahwa nenek sudah ditemukan dalam keadaan sehat walafiat," jelas Anggiat Sinambela, Kapolsek Pasar Minggu.
Kasus ini bermula dari unggahan seorang warga bernama Tiara di platform media sosial Threads. Ia menceritakan pengalaman rekannya yang mencoba menyerahkan seorang lansia terlantar ke pihak kepolisian namun mendapatkan respons yang dinilai tidak profesional.
"Memang benar dititip di sana, polisinya cuek banget, benar-benar fokus ke komputer aja. Temanku enggak disuruh nyatat atau nyerahin KTP. Cuma bilang, ÔÇÿya sudah ibunya biarin di situ saja, sudah biasa hilang,ÔÇÖ" ungkap Tiara, saksi mata kejadian.
Akibat ketiadaan proses pencatatan resmi dan pengawasan dari petugas, lansia tersebut dilaporkan kembali menghilang saat pihak keluarga datang menjemput. Kejadian ini memicu kritik luas sebelum akhirnya korban ditemukan kembali oleh warga di lokasi lain.