Tim nasional Jepang kembali memantapkan posisinya sebagai salah satu raksasa sepak bola dari Benua Asia menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. Meskipun selalu berhasil menembus putaran final sejak edisi 1998, tim berjuluk Samurai Biru ini masih menyimpan satu ambisi besar yang belum terwujud.
Target utama mereka dalam turnamen mendatang adalah memecahkan rekor dengan melaju hingga babak perempat final atau delapan besar. Sejarah mencatat bahwa langkah Jepang sering kali terhenti di babak 16 besar, sehingga edisi 2026 menjadi momentum penting untuk melampaui batas tersebut.
Dominasi Jepang di Babak Kualifikasi
Perjalanan Jepang menuju panggung dunia di Amerika Utara, Meksiko, dan Kanada dilalui dengan catatan yang sangat impresif. Berdasarkan laporan dari Sports Illustrated pada Selasa (2/6/2026), performa tim asuhan Hajime Moriyasu ini nyaris tanpa celah sepanjang masa kualifikasi.
Dari total 16 pertandingan yang dijalani, Samurai Biru berhasil mengamankan 13 kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya menelan satu kekalahan. Ketajaman lini serang mereka juga terbukti sangat mengerikan dengan torehan 54 gol, sementara lini pertahanannya sangat kokoh karena hanya kebobolan tiga kali.
Kematangan Skuad di Bawah Arahan Hajime Moriyasu
Keberhasilan konsisten yang diraih Jepang tidak bisa dilepaskan dari peran krusial sang pelatih, Hajime Moriyasu. Sejak mengambil alih kemudi pada 2018, Moriyasu berhasil membentuk karakter tim yang disiplin, agresif, dan selalu tampil dengan energi tinggi.
Dunia tentu masih mengingat kejutan besar yang diciptakan Jepang pada Piala Dunia 2022 saat mereka menumbangkan raksasa Eropa, Jerman dan Spanyol. Walaupun akhirnya kalah lewat adu penalti dari Kroasia di fase gugur, pencapaian itu membuktikan bahwa Jepang adalah kekuatan yang patut diwaspadai.
Memasuki Piala Dunia 2026, Moriyasu diprediksi akan tetap setia dengan pakem formasi 3-4-2-1 yang menjadi andalannya. Strategi ini mengedepankan tekanan tinggi kepada lawan serta transisi permainan yang sangat cepat sebagai senjata untuk meraih kemenangan.
Takefusa Kubo: Mesin Kreativitas Samurai Biru
Di antara deretan pemain bintang, sosok Takefusa Kubo menjadi pemain yang paling mendapatkan sorotan dan ekspektasi tinggi dari publik. Gelandang kreatif yang kini membela Real Sociedad tersebut merupakan jantung dari setiap serangan yang dibangun oleh timnas Jepang.
Kubo memiliki teknik individu yang luar biasa, visi bermain yang tajam, serta kemampuan menggiring bola yang sering kali merepotkan pertahanan lawan. Berkat kualitas tekniknya yang mumpuni, ia bahkan sempat mendapatkan julukan sebagai "Messi dari Jepang" di tanah kelahirannya.
Kontribusi nyata Kubo terlihat jelas sepanjang babak kualifikasi dengan sumbangan empat gol serta delapan assist yang sangat krusial. Selain dirinya, Jepang juga diperkuat pemain berpengalaman seperti kapten Wataru Endo, Daichi Kamada, Junya Ito, hingga penyerang tajam Ayase Ueda.
Satu nama lagi yang mulai mencuri perhatian adalah penjaga gawang muda Zion Suzuki yang kini berkarier di klub Italia, Parma. Kiper berbakat ini diprediksi akan menjadi salah satu bintang Asia yang bersinar terang dalam turnamen empat tahunan tersebut.
Misi Besar Menembus Babak Delapan Besar
Jepang tercatat sebagai tim Asia yang paling konsisten dalam dua dekade terakhir, namun mereka memiliki tembok besar yang sulit ditembus di babak 16 besar. Kegagalan di fase gugur pertama tersebut pernah mereka alami pada edisi 2002, 2010, 2018, dan yang terbaru pada 2022.
Namun, skuad yang dibawa kali ini dianggap jauh lebih matang secara mental dan memiliki kedalaman pemain yang merata di setiap lini. Dengan kombinasi pemain senior dan bakat muda yang berkarier di liga-liga top Eropa, optimisme untuk melangkah lebih jauh semakin menguat.
Pada babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, Jepang tergabung dalam Grup F yang dihuni oleh lawan-lawan tangguh dari berbagai benua. Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan mereka, bukan tidak mungkin target babak perempat final akan segera menjadi kenyataan.
Berikut adalah ringkasan profil singkat dari Tim Nasional Jepang :
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Julukan Tim | Samurai Biru |
| Pelatih Kepala | Hajime Moriyasu |
| Kapten Tim | Wataru Endo |
| Prestasi Tertinggi | Babak 16 Besar (4 Kali) |
| Total Penampilan | 8 Kali (Termasuk 2026) |
Tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun Jepang merupakan langganan Piala Dunia, mereka masih mengejar pencapaian bersejarah untuk melampaui babak perdelapan final.
Jepang harus bersiap menghadapi persaingan sengit dengan jadwal pertandingan berikut di Grup F :
- 14 Juni: Belanda vs Jepang (Lokasi: Dallas Stadium)
- 20 Juni: Tunisia vs Jepang (Lokasi: Estadio Monterrey)
- 25 Juni: Jepang vs Swedia (Lokasi: Dallas Stadium)
Jadwal ini menunjukkan tantangan berat yang akan dihadapi Jepang, terutama saat harus berhadapan dengan raksasa Eropa seperti Belanda dan Swedia.
Untuk menghadapi turnamen bergengsi ini, Hajime Moriyasu telah memanggil skuad terbaiknya :
- Penjaga Gawang: Zion Suzuki (Parma), Keisuke Osako (Sanfrecce Hiroshima), Tomoki Hayakawa (Kashima Antlers).
- Lini Pertahanan: Yuto Nagatomo (FC Tokyo), Takehiro Tomiyasu (Ajax), Ko Itakura (Ajax), Shogo Taniguchi (Sint-Truiden), Hiroki Ito (Bayern Munich), Yukinari Sugawara (Werder Bremen), Ayumu Seko (Le Havre), Tsuyoshi Watanabe (Feyenoord), Junnosuke Suzuki (FC Copenhagen).
- Lini Tengah: Wataru Endo (Liverpool), Junya Ito (Genk), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), Daichi Kamada (Crystal Palace), Takefusa Kubo (Real Sociedad), Ao Tanaka (Leeds United), Keito Nakamura (Reims), Kaishu Sano (Mainz).
- Lini Serang: Ayase Ueda (Feyenoord), Daizen Maeda (Celtic), Koki Ogawa (NEC Nijmegen), Yuito Suzuki (Freiburg), Keisuke Goto (Sint-Truiden), Kento Shiogai (Wolfsburg).
Komposisi pemain tersebut mencerminkan kekuatan Jepang yang didominasi oleh para pemain yang merumput di kompetisi bergengsi Eropa. Kehadiran nama-nama besar seperti Takehiro Tomiyasu dan Wataru Endo diharapkan mampu memberikan kepemimpinan yang kuat di lapangan bagi rekan-rekannya.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari para penggemar, Jepang siap menjadi kuda hitam yang paling menakutkan di Grup F. Publik sepak bola dunia kini menanti apakah Samurai Biru akhirnya bisa memecahkan kutukan babak 16 besar dan menuliskan sejarah baru bagi sepak bola Asia.