Tim nasional Belgia menatap Piala Dunia 2026 dengan atmosfer yang jauh berbeda dibandingkan satu dekade terakhir. Era "Generasi Emas" yang dahulu digadang-gadang bakal menyabet trofi bergengsi kini perlahan mulai berakhir dan menepi dari panggung utama.
Saat ini, skuad berjuluk Setan Merah tersebut sedang memasuki fase transisi menuju era baru yang didominasi wajah-wajah segar. Menariknya, ekspektasi publik kini tidak lagi setinggi periode sebelumnya, yang justru dianggap memberikan dampak positif bagi tim.
Kondisi ini diprediksi akan menguntungkan bagi Belgia saat berlaga di Amerika Utara nanti. Tanpa beban berat sebagai tim favorit juara, anak asuh Rudi Garcia ini memiliki peluang besar untuk tampil lebih lepas dan tanpa tekanan.
Melansir data dari Sports Illustrated pada Rabu (3/6/2026), Belgia berhasil melangkah ke putaran final dengan rekor yang sangat mengesankan. Mereka melewati fase kualifikasi tanpa tersentuh kekalahan sekalipun oleh lawan-lawannya.
Sepanjang kualifikasi, Setan Merah mengoleksi lima kemenangan dan tiga hasil imbang dari delapan pertandingan. Ketajaman mereka terbukti dengan torehan 29 gol dan pertahanan solid yang hanya kebobolan tujuh kali.
Dalam pengundian grup, Belgia ditempatkan di Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Di atas kertas, Belgia menjadi tim yang paling diunggulkan untuk keluar sebagai jawara grup dan melaju ke babak berikutnya.
Era Baru di Bawah Komando Rudi Garcia
Transformasi besar dalam tubuh tim nasional Belgia diawali dengan pergantian nakhoda di kursi pelatih. Rudi Garcia resmi ditunjuk untuk memimpin tim pada awal tahun 2025 yang lalu.
Pelatih asal Prancis tersebut datang menggantikan Domenico Tedesco yang kehilangan kepercayaan publik akibat performa tim yang dinilai kurang memuaskan. Garcia mengemban misi besar untuk membangun kembali identitas permainan Belgia.
Rudi Garcia dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola yang dominan. Ia juga menekankan pentingnya transisi cepat saat tim sedang melakukan serangan ke area pertahanan lawan.
Di bawah kendalinya, Belgia mulai menunjukkan keseimbangan yang apik antara kematangan pemain senior dan energi dari pemain muda. Skema formasi 4-2-3-1 menjadi andalan utama Garcia untuk mengoptimalkan potensi tim.
Formasi ini dipilih guna memaksimalkan kreativitas di lini tengah serta mengeksploitasi kecepatan para pemain sayap. Strategi ini terbukti efektif dalam membongkar pertahanan lawan selama masa persiapannya.
Jeremy Doku Menjadi Ikon Baru
Meskipun nama-nama besar seperti Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, dan Romelu Lukaku masih dipanggil, perhatian kini mulai tertuju pada bakat muda. Jeremy Doku muncul sebagai sosok paling menonjol dalam generasi baru ini.
Pemain yang kini membela Manchester City tersebut menjadi senjata rahasia Belgia di sektor penyerangan sayap. Doku memiliki keunggulan pada kecepatan lari, teknik menggiring bola yang mumpuni, serta keberanian berduel satu lawan satu.
Daftar talenta muda potensial yang memperkuat skuad Belgia saat ini:
- Charles De Ketelaere yang memiliki fleksibilitas di lini depan.
- Zeno Debast sebagai tembok pertahanan masa depan.
- Maxim De Cuyper yang aktif membantu serangan dari sisi bek sayap.
- Joaquin Seys yang mulai mendapatkan kepercayaan untuk mengisi posisi di tim nasional.
Walau banyak dihuni darah muda, pengalaman para pemain veteran tetap menjadi pilar utama tim. Kevin De Bruyne masih memegang peranan krusial sebagai motor serangan tim sepanjang waktu pertandingan.
De Bruyne tercatat sukses melesakkan enam gol selama masa kualifikasi berlangsung. Di sisi lain, kembalinya Thibaut Courtois ke bawah mistar gawang memberikan rasa aman tambahan setelah sempat absen pada era kepelatihan sebelumnya.
Upaya Bangkit dari Bayang-Bayang Kegagalan
Publik sepak bola tentu masih mengingat pencapaian terbaik Belgia saat menjadi peringkat ketiga di Piala Dunia 2018. Namun, setelah kesuksesan di Rusia tersebut, grafik performa mereka justru cenderung mengalami penurunan.
Belgia harus puas terhenti di babak perempat final pada ajang Euro 2020. Kegagalan paling menyakitkan terjadi pada Piala Dunia 2022, di mana mereka gagal memenuhi harapan besar sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Namun, situasi di Piala Dunia 2026 kali ini dirasa sangat berbeda bagi tim Setan Merah. Saat ini, tidak banyak pengamat yang menempatkan Belgia dalam daftar utama calon pemenang turnamen.
Kondisi underdog ini justru dipandang sebagai peluang emas bagi Belgia untuk meledak di turnamen nanti. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan barisan talenta menjanjikan, mereka berharap bisa kembali menjadi kekuatan yang disegani.
Informasi ringkas mengenai profil tim nasional Belgia:
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Julukan Tim | Setan Merah (The Red Devils) |
| Pelatih Kepala | Rudi Garcia |
| Peringkat FIFA | 9 |
| Formasi Andalan | 4-2-3-1 |
| Gaya Bermain | Penguasaan bola (Posession based) |
| Prestasi Terbaik | Peringkat ketiga (Piala Dunia 2018) |
Data di atas menunjukkan bahwa secara kualitas individu, Belgia masih memiliki keunggulan yang signifikan di lini tengah. Namun, mereka memiliki catatan evaluasi terkait konsistensi permainan saat menghadapi tim-tim kategori elite dunia.
Jadwal pertandingan lengkap Timnas Belgia di penyisihan Grup G:
- 15 Juni: Menghadapi Mesir di Stadion Lumen Field.
- 21 Juni: Bertanding melawan Iran di Stadion SoFi.
- 26 Juni: Laga terakhir melawan Selandia Baru di BC Place.
Jadwal ini akan menjadi ujian awal bagi Rudi Garcia dalam membuktikan kematangan skuad barunya. Belgia diharapkan bisa mengamankan poin penuh sejak laga perdana guna memuluskan langkah ke babak sistem gugur.
Daftar lengkap pemain Timnas Belgia untuk Piala Dunia 2026:
- Penjaga Gawang: Thibaut Courtois, Senne Lammens, Mike Penders.
- Pemain Belakang: Thomas Meunier, Timothy Castagne, Arthur Theate, Zeno Debast, Maxim De Cuyper, Brandon Mechele, Koni De Winter, Joaquin Seys, Nathan Ngoy.
- Pemain Tengah: Axel Witsel, Kevin De Bruyne, Youri Tielemans, Hans Vanaken, Amadou Onana, Nicolas Raskin.
- Pemain Depan: Romelu Lukaku, Leandro Trossard, Jérémy Doku, Dodi Lukébakio, Charles De Ketelaere, Alexis Saelemaekers, Diego Moreira, Matias Fernandez-Pardo.
Skuad ini mencerminkan perpaduan antara pemain yang bermain di liga top Eropa dengan talenta lokal yang sedang naik daun. Dengan komposisi ini, Belgia siap menuliskan babak baru dalam sejarah sepak bola mereka di Amerika Utara.