Nilai transaksi perdagangan Indonesia berhasil menembus 60,3 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1,07 triliun dalam pameran pangan SIAL Shanghai 2026 di China, Selasa (19/5/2026). Capaian dalam misi dagang tersebut dilansir dari Money melonjak dua kali lipat dari target awal.
Lonjakan transaksi di pameran ini dipicu oleh tingginya minat pasar China terhadap produk pangan olahan asal Indonesia. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi komoditas nasional agar mampu bersaing secara kompetitif di pasar global.
Pada hari kedua pameran, delegasi Indonesia merealisasikan tujuh nota kesepahaman (MoU) untuk komoditas strategis. Kerja sama ini mengikat sektor pangan olahan, produk kelapa, kopi, rumput laut, hingga hasil perikanan.
"Nilai transaksi tersebut melampaui target awal yang diproyeksikan sebesar USD 30 juta dan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai 60,3 juta dollar AS,ÔÇØ kata Roro dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
Pemerintah menilai penguatan kemitraan strategis ini menjadi langkah nyata dalam menggenjot hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan China. Diplomasi perdagangan dan perluasan akses pasar terus diupayakan demi memfasilitasi para pelaku usaha nasional.
ÔÇ£Melalui diplomasi perdagangan, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan strategis kedua negara,ÔÇØ ujar Roro.
Kementerian Perdagangan menargetkan hubungan dagang ini menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekspor di kawasan Asia. Beberapa komoditas yang menjadi prioritas utama permintaan pasar meliputi kopi, sarang walet, rempah-rempah, buah tropis, hingga minyak kelapa.
ÔÇ£Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia dan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara,ÔÇØ kata dia.
Pertumbuhan perdagangan kedua negara mencatatkan tren positif sebesar 7,24 persen sepanjang periode 2021 hingga 2025. Peningkatan ini membuka peluang investasi yang lebih luas bagi pelaku usaha dalam negeri.
ÔÇ£Permintaan pasar Tiongkok terhadap produk Indonesia terus meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia,ÔÇØ ucap Roro.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total ekspor Indonesia ke China menyentuh 67 miliar dollar AS atau Rp 1,18 kuadriliun pada 2025 dengan kurs Rp 17.742 per dollar AS. Nilai ekspor total Indonesia pada tahun tersebut tumbuh 6,15 persen dibanding tahun sebelumnya hingga mencapai Rp 5 kuadriliun. Tren positif ini terus berlanjut pada triwulan pertama tahun 2026 dengan akumulasi nilai ekspor yang sudah menembus angka Rp 1,18 kuadriliun.