Kesadaran untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin saat ini masih menjadi tantangan bagi banyak perempuan Indonesia. Banyak perempuan baru memeriksakan kondisi kesehatannya ketika sudah merasakan keluhan tertentu pada tubuhnya.
Padahal, berbagai kondisi kesehatan dapat dipahami dan dipantau lebih awal melalui pemeriksaan yang tepat. Dikutip dari Medcom, deteksi dini menjadi langkah penting bagi perempuan untuk mengenali kondisi tubuh sekaligus mengambil keputusan kesehatan yang bijak.
Salah satu skrining kesehatan yang kini direkomendasikan adalah pengecekan HPV DNA. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG (K) onk.
Ia menjelaskan bahwa perempuan juga perlu mewaspadai risiko infeksi menular seksual yang sering kali muncul tanpa menunjukkan gejala.
"Banyak perempuan belum menyadari bahwa infeksi menular seksual, termasuk HPV, dapat terjadi tanpa gejala. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting agar kondisi dapat dikenali lebih awal. Selain skrining, menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat dan nutrisi seimbang juga berperan dalam menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan perempuan," ungkapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam talkshow kesehatan bertajuk "She Thrives: A Road to Better Health" yang digelar oleh Prodia. Sementara itu, Dr. Rina Triana menyoroti pentingnya peran pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium membantu perempuan memahami kondisi kesehatannya, bahkan sebelum gejala muncul. Langkah ini mempermudah penanganan sejak awal.
"Kini, dengan inovasi tes HPV DNA yang dapat dilakukan secara mandiri, perempuan memiliki pilihan layanan yang lebih praktis, nyaman, dan tetap akurat sesuai kebutuhannya. Harapannya, semakin banyak perempuan tidak menunda deteksi dini," ujar Dr. Rina.
Perkembangan teknologi laboratorium saat ini memungkinkan skrining dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern. Tenaga medis kini dapat menggunakan metode pemeriksaan berbasis molekuler.
Metode ini bekerja dengan menganalisis materi genetik seperti DNA. Tujuannya untuk mengidentifikasi keberadaan virus, infeksi, maupun faktor risiko kesehatan pada tingkat biologis yang sangat awal.
Pendekatan modern ini membantu tenaga medis memperoleh gambaran kesehatan yang lebih akurat. Selain itu, metode ini memberikan rekomendasi pencegahan yang lebih tepat bagi setiap individu.
Dalam kesehatan perempuan, beberapa pemeriksaan berbasis molekuler yang direkomendasikan antara lain tes HPV DNA. Pemeriksaan ini berfungsi mengetahui keberadaan virus yang berkaitan dengan risiko kanker serviks.
Terdapat juga pemeriksaan Sexually Transmitted Infection (STI) untuk mengidentifikasi infeksi menular seksual yang sering kali tidak menunjukkan gejala. Pemahaman mengenai peran nutrisi juga berkontribusi terhadap kesehatan reproduksi, daya tahan tubuh, dan keseimbangan kesehatan perempuan.
Kombinasi antara skrining kesehatan dan gaya hidup yang tepat menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas hidup jangka panjang. Dr. Rina Triana menambahkan bahwa Prodia ingin mendorong perempuan Indonesia lebih peduli kesehatan melalui roadshow ini.
Edukasi yang mudah dipahami dan akses pemeriksaan yang semakin dekat diharapkan mampu meningkatkan kepedulian tersebut. Prodia juga terus mengembangkan pendekatan preventive dan personalized health melalui inovasi layanan diagnostik berbasis teknologi modern.
"Literasi kesehatan merupakan langkah awal untuk membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik dan lebih dini," ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan. Kepedulian mengenali kondisi tubuh melalui skrining kesehatan yang tepat merupakan bentuk self-love, empowerment, dan investasi masa depan.