IHSG Diprediksi Masih Akan Melemah

IHSG Diprediksi Masih Akan Melemah
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Masih Akan Melemah.

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih akan melemah pada perdagangan, Rabu (20/5/2026).

Melemahnya indeks di bursa Wall Street, turunnya harga mayoritas komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu, membaiknya defisit APBN di bulan April (-0,63%) dibandingkan bulan sebelumnya -0,93% dan mulai adanya aksi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

Di sisi lain investor juga akan mencermati keputusan BI terkait suku bunga acuan yang menurut konsensus akan dinaikan 25 bps menjadi 5%.

ÔÇ£IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.220-6.070 dan resist 6.520-6.575,ÔÇØ tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Rabu (20/5/2026).

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street kompak ditutup melemah dipicu oleh berlanjutnya kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang mengancam keberlangsungan tren kenaikan indeks.

Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 30 tahun naik ke level 5,19% yang merupakan level tertinggi dalam sembilan belas tahun terakhir.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor sepuluh tahun, yang menjadi acuan bunga KPR dan kredit otomotif naik ke level 4,69%, level tertinggi sejak Januari 2025.

Kenaikan imbal hasil obligasi itu sendiri dipicu oleh naiknya angka inflasi akibat lonjakan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah.

Tingginya bunga KPR dan kartu kredit dikhawatirkan akan menggerus daya beli, yang pada akhirnya akan menekan belanja konsumen dan pertumbuhan ekonomi serta membuat valuasi saham menjadi mahal.

CGS International Sekuritas Indonesia memberi rekomendasi saham MYOR, AMRT, BDMN, BBTN, GGRM dan HMSP untuk trading, Rabu (20/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi