Pramono Anung Tambah Armada Mikrotrans JakLingko Guna Urai Kemacetan

Pramono Anung Tambah Armada Mikrotrans JakLingko Guna Urai Kemacetan
Foto: Ilustrasi Pramono Anung Tambah Armada Mikrotrans JakLingko Guna Urai Kemacetan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi rencana penambahan unit Mikrotrans JakLingko untuk mengatasi kemacetan akibat angkutan kota konvensional yang kerap berhenti sembarangan di badan jalan pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini bertujuan memperbaiki pola mobilitas masyarakat di tingkat lingkungan.

Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, kebijakan ekspansi armada transportasi terintegrasi tersebut diharapkan mampu meminimalisir penumpukan kendaraan di berbagai titik krusial. Pramono menilai penguatan transportasi publik level mikro merupakan solusi awal perbaikan sistem lalu lintas.

"Jadi yang pertama, Mikrotrans, JakLingko dan sebagainya, tentunya memang armada ini perlu ada penambahan," ujar Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Mantan Sekretaris Kabinet tersebut menegaskan bahwa penambahan ini akan dilakukan secara bertahap demi efisiensi arus transportasi bagi warga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan persiapan teknis untuk merealisasikan distribusi unit tambahan tersebut.

"Kami segera mempersiapkan untuk dilakukan penambahan supaya arus transportasi di tingkat paling masyarakat ini berjalan menjadi lebih baik," lanjut Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Selain masalah ketersediaan unit, faktor perilaku sopir angkutan konvensional yang menunggu penumpang terlalu lama menjadi perhatian serius. Pramono mengidentifikasi praktik ngetem dan potensi pungutan liar sebagai pemicu utama gangguan kelancaran jalan.

"Karena memang kalau ngetem terlalu lama itu yang menyebabkan kemacetan, apalagi kalau kemudian ada pungli, ada macam-macam. Dan itu yang akan kami lakukan pembenahan," ungkap Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Gubernur juga menanggapi isu potensi konflik ekonomi antara penyedia jasa angkutan konvensional dengan program JakLingko. Ia menekankan bahwa model pengelolaan transportasi Jakarta saat ini sudah mengedepankan prinsip keterbukaan.

"Kalau untuk Mikrotrans maupun JakLingko kan sebenarnya sudah sangat transparan. Enggak ada daerah yang seperti Jakarta yang pengelolaannya transparan, apalagi digratiskan," ucap Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi