Pramono Anung Proyeksikan Kepulauan Seribu Jadi Masa Depan Jakarta

Pramono Anung Proyeksikan Kepulauan Seribu Jadi Masa Depan Jakarta
Foto: Ilustrasi Pramono Anung Proyeksikan Kepulauan Seribu Jadi Masa Depan Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memproyeksikan kawasan Kepulauan Seribu sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi Jakarta pada masa depan. Penegasan tersebut disampaikan Pramono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota pada Kamis (16/4/2026).

Pramono berpendapat bahwa wilayah kepulauan ini merupakan aset vital yang memerlukan tata kelola serta perawatan yang optimal untuk kemajuan ibu kota, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Upaya ini dilakukan guna mengubah fokus pembangunan yang selama ini dianggap masih terlalu dominan di wilayah daratan.

"Saya selalu mengatakan bahwa salah satu masa depan Jakarta yang harus dikelola, dirawat dengan baik adalah Pulau Seribu. Itu akan menjadi masa depannya Jakarta," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Sektor pariwisata dan ekonomi menjadi dua pilar utama yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kepulauan Seribu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan langkah penataan serta pembangunan citra baru atau rebranding untuk meningkatkan daya saing kawasan tersebut di kancah internasional.

"Kalau dipersiapkan dari sekarang, maka Jakarta mudah-mudahan akan menjadi lebih baik," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Dalam rencana strategis tersebut, setiap wilayah di Jakarta akan memiliki spesialisasi pembangunan yang berbeda. Jakarta Pusat tetap menjadi pusat pemerintahan, Jakarta Selatan diarahkan sebagai pusat ekonomi baru, sementara Kepulauan Seribu akan bertransformasi menjadi kawasan unggulan berbasis potensi maritim.

Pramono juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan pembangunan daerah dengan visi pemerintah pusat agar tercipta tata kelola pemerintahan yang dipahami dengan baik. Transformasi ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global setelah tidak lagi menyandang status ibu kota.

"Visi daerah itu sebenarnya harus senada dengan visi pusat. Gak ada yang kemudian visi pusat A, visi daerah Z, itu ngawur banget. Artinya nggak paham dalam pemerintahan," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi