Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mampu mencapai kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Target tersebut disampaikan dalam agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Pemerintah merancang sejumlah kebijakan strategis terukur agar pertumbuhan ekonomi dapat terus dipacu hingga menyentuh angka 8 persen pada tahun 2029.
Selain pertumbuhan ekonomi, asumsi dasar ekonomi makro 2027 menetapkan inflasi sebesar 1,5ÔÇô3,5 persen dan nilai tukar rupiah senilai Rp16.800ÔÇô17.500 per dolar AS.
Adapun sasaran pembangunan mencakup tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,30ÔÇô4,87 persen, rasio Gini 0,362ÔÇô0,367, indeks modal manusia 0,575, serta indeks kesejahteraan petani 0,8038.
Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi nasional konstan di kisaran 5 persen yang dinilai belum memberikan dampak optimal terhadap kesejahteraan rakyat.
Akumulasi pertumbuhan ekonomi dalam tujuh tahun terakhir menyentuh 35 persen, namun jumlah penduduk miskin justru naik 3,4 persen menjadi 49,5 persen pada 2024 dan kelas menengah turun menjadi 17,4 persen.
"Bagaimana bisa pertumbuhan ekonomi 35% tetapi kelas menengah menurun dan kemiskinan meningkat. Saya yakin sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trayektori yang tidak tepat," ungkap Presiden Prabowo, dalam Rapat Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (20/5/2026).
Ia mengingatkan perlunya keberanian melakukan transformasi sistemik agar perekonomian negara tidak mengalami stagnasi yang menghambat terwujudnya kemakmuran masyarakat.
"Tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa menajga kedaulatan kita. Kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut, takut kurs dolar, takut BBM gak cukup, takut ini dan takut itu. Bangsa yang elitnya takut," ucapnya.
Guna mencapai target kesejahteraan tersebut, pemerintah merancang strategi fiskal yang berkelanjutan dengan tetap menjaga kredibilitas pengelolaan anggaran.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,8-6,5% menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029," beber Presiden Prabowo.
Struktur anggaran makro untuk tahun 2027 diproyeksikan memiliki pendapatan negara sebesar 11,82-12,4 persen PDB dan belanja negara dialokasikan pada kisaran 13,62-14,8 persen PDB.
Pemerintah menetapkan batasan defisit anggaran yang ketat guna memastikan kesinambungan fiskal jangka panjang tetap aman.
"Defisit APBN akan kami jaga dalam kisaran 1,8% sampai 2,4%. Kami akan terus berjuang untuk menekan defisit," tuturnya.