Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen melakukan pembenahan terhadap seluruh infrastruktur pondok pesantren di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam pembukaan agenda Temu Nasional Pondok Pesantren di Jakarta Pusat pada Senin (18/5/2026), dilansir dari Nasional.
Langkah pembenahan tata kelola dan infrastruktur ini dinilai krusial demi menghindari potensi penyalahgunaan wewenang di lingkungan pesantren. Menurut Muhaimin yang juga menjabat sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat, komitmen Kepala Negara tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
"Infrastruktur yang terus kita benahi. Kebetulan saya Menko Pemberdayaan Masyarakat, termasuk disaksikan Pak Nasar (Menteri Agama) mendengar Pak Presiden berkomitmen pesantren harus dibenahi seluruh infrastrukturnya," tutur Cak Imin, dalam pembukaan agenda Temu Nasional Pondok Pesantren di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Muhaimin menjelaskan bahwa perbaikan struktur fisik dan sistem pengelolaan di lembaga pendidikan keagamaan tersebut bertujuan untuk memutus rantai relasi kuasa yang tidak sehat.
"Supaya tidak memungkinkan terjadinya hal-hal hubungan relasi kuasa yang tidak baik," ucapnya.
Terkait persoalan hukum yang terjadi di Pondok Pesantren Pati, Muhaimin menegaskan bahwa oknum pendiri sekaligus pemimpin yang menjadi tersangka kekerasan seksual tersebut bukan merupakan cerminan kiai yang sebenarnya.
"Saya berani menyatakan, apa yang terjadi di Pati, apa yang terjadi di Jawa Barat, bukan kiai yang sesungguhnya. Dukun macak kiai, kira-kira gitu. Dukun berkedok kiai," sebutnya.
Ia juga menambahkan adanya indikasi perlindungan terhadap oknum-oknum berkedok kiai tersebut, mengingat laporan mengenai aktivitas mereka sering kali tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
"Ini terus terang dukun ngaku kiai itu ada yang sudah lama dilaporkan tapi enggak dicekel-cekel (ditangkap-tangkap). Bahkan cenderung ada yang melindungi," imbuhnya.
Sebelumnya, tim gabungan Polresta Pati dan Polda Jateng telah menangkap Kiai Ashari (51), pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, di Wonogiri pada Kamis (7/5/2026) setelah sempat melarikan diri.
Pascapenangkapan tersangka kekerasan seksual tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat untuk menjamin kelangsungan pendidikan para santri yang terdampak.
Meskipun izin operasional pesantren telah resmi dicabut sejak 5 Mei 2026, Kanwil Kemenag Jawa Tengah memastikan hak pendidikan puluhan santri tetap terpenuhi melalui skema pembelajaran khusus yang telah disiapkan.