Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi bahwa ketersediaan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam posisi yang terkendali dan relatif aman bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat Kepala Negara melakukan kunjungan ke SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).
Kondisi stabil di sektor energi ini disyukuri oleh Presiden karena Indonesia tetap berada dalam situasi damai serta kondusif. Hal tersebut berbanding terbalik dengan dinamika global yang tengah dilanda berbagai gejolak peperangan serta krisis berkepanjangan di beberapa kawasan dunia, sebagaimana dilansir dari Kompas.
"Di tengah krisis dunia yang luar biasa sekarang, terjadi perang di mana-mana. Ukraine, Gaza, Iran, di mana-mana perang. Kita bersyukur Indonesia dalam keadaan baik dan damai," katanya saat berkunjung ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Ketahanan energi nasional disebut menjadi fondasi penting dalam menghadapi kepanikan global. Prabowo menyatakan bahwa meskipun banyak negara lain mengalami tekanan akibat situasi dunia, stok energi Indonesia justru dinilai masih cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Banyak negara sudah panik. Kita soal BBM masih terkendali, kita masih relatif aman, kita masih kuat. Cadangan kita, cadangan kita cukup baik." ucap Prabowo.
Pemerintah kini mulai mengarahkan fokus pada visi kemandirian energi jangka panjang guna memperkuat posisi tawar Indonesia. Presiden mengungkapkan komitmennya untuk memacu kinerja kabinet agar target swasembada bahan bakar dapat tercapai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
"Tapi tahun depan semakin kuat, tahun depannya akan datang, saya perkirakan, saya perjuangkan, menteri-menteri saya sedang bekerja keras, kita berjuang dalam tiga tahun akan datang Indonesia akan swasembada BBM, swasembada energi," tutur Prabowo.
Ambisi besar pemerintah adalah memutus rantai ketergantungan pada pasokan energi luar negeri sepenuhnya. Rencana ini mencakup optimalisasi seluruh potensi sumber daya alam yang tersedia di wilayah daratan maupun perairan kedaulatan Indonesia.
"Kita berjuang tiga tahun yang akan datang kita tidak akan impor BBM lagi. Semuanya, semuanya hasil dari bumi Indonesia dan dari laut Indonesia dan dikerjakan oleh putra-putri Indonesia," ucap Prabowo.