Presiden Prabowo Subianto berencana meningkatkan frekuensi penyelenggaraan konser grup K-Pop di Indonesia pascakunjungan kerja ke Korea Selatan pada awal April 2026. Rencana strategis ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral melalui sektor hiburan dan budaya.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa aspirasi tersebut muncul dalam rangkaian dialog diplomatik di Korea Selatan. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, kebijakan ini ditujukan khusus untuk memfasilitasi antusiasme masyarakat Indonesia terhadap industri musik Korea.
"Kemarin juga dalam sebuah percakapan disampaikan ini khusus untuk penggemar K-pop, berencana untuk meningkatkan jumlah konser," kata Sugiono, Menteri Luar Negeri.
Sugiono juga menjelaskan bahwa kunjungan kenegaraan tersebut mengedepankan kerja sama yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh publik luas di tanah air.
"Tentu saja, sekali lagi, kunjungan ini adalah merupakan suatu kunjungan di mana kita ingin menghasilkan sesuatu yang sifatnya dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia dan hubungan kita dengan berbagai negara di dunia," kata Sugiono, dikutip Antara.
Dalam rangkaian kunjungan pada 1 April 2026, Presiden Prabowo menyempatkan diri bertemu dengan Carmen, anggota grup Hearts2Hearts (H2H) yang merupakan warga negara Indonesia. Carmen sendiri merupakan talenta asal Bali bernama asli Nyoman Ayu Carmenita yang melakukan debut bersama agensi SM Entertainment.
Momen pertemuan tersebut sempat dipublikasikan oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung melalui media sosial. Ketiga tokoh tersebut tampak berpose bersama menggunakan simbol finger heart sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya pop Korea.
Selain sektor hiburan, kunjungan ke Seoul tersebut menghasilkan kesepakatan ekonomi yang signifikan melalui sejumlah nota kesepahaman dengan total nilai investasi mencapai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp173 triliun.
Capaian investasi ini menambah daftar panjang komitmen kerja sama luar negeri pemerintah Indonesia. Sebelumnya, delegasi kepresidenan juga telah menyepakati investasi sebesar 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp401 triliun dalam kunjungan ke Jepang pada akhir Maret 2026.